Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Joko Widodo (Foto: Sekertariat Presiden)
Dream - Jokowi meminta para menteri melibatkan organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan untuk menyosialisasikan pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Ormas diharapkan bisa menjelaskan serta meyakinkan umat soal manfaat dan kehalalan vaksin virus corona.
" Libatkan dari awal majelis dan organisasi keagaamaan, MUI, NU, Muhammadiyah, ormas-ormas lainnya. Terutama manfaat vaksin dan meyakinkan umat mengenai kehalalan mengenai vaksin," jelas Jokowi saat memimpin rapat terbatas dari Istana Merdeka, Jakarta, sebagaimana disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Senin 26 Oktober 2020.
Presiden bernama lengkap Joko Widodo itu mengingatkan para menteri untuk menyiapkan strategi komunikasi publik saat menjelaskan vaksin dan pelaksanaan vaksinasi.
Jokowi meminta Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, dengan dibantu Kementerian Komunikasi dan Informatika menyiapkan strategi komunikasi untuk menjelaskan manfaat vaksin Covid-19.
" Sehingga tidak terjadi disinformasi dan penyebaran berita hoaks dari berbagai platform di berbagai media yang ada," kata Jokowi.
Jokowi meminta menterinya memastikan keamanan vaksin corona dengan memeperhatikan data-data science dan kesehatan.
Pasalnya, hal ini menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap upaya pemerintah melakukan vaksinasi.
" Keamanan itu artinya kalau disuntik itu betul-betul memang sudah melalui sebuah tahapan-tahapan uji klinis yang benar. Karena kalau tidak, ada satu saja yang masalah, nanti bisa menjadikan ketikdakpercayaan masyarakat akan upaya vaksinasi ini," tutur dia.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya