Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Hingga pukul 10.00 WIB pagi tadi, suasana di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, masih mencekam. Suara letusan senapan gas air mata dibalas teriakan demonstran terdengar hingga ke dalam stasiun.
Menurut laman Liputan6.com, seorang penumpang kereta, Ilham, mengaku terjebak di stasiun selama kurang lebih tiga jam, sejak pukul 07.15 WIB.
" Mau pesan ojek online tapi jaraknya jauh-jauh, di luar masih rusuh," kata Ilham, Rabu 22 Mei 2019.
Ilham memilih menunggu di stasiun hingga suasana sedikit kondusif untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan. " Semua penumpang yang mau turun di Tanah Abang diminta turun di Stasiun Duri," tambah Ilham.
Suasana mencekam di luar stasiun memang terlihat jelas sejak subuh tadi.
Untuk menghindari petugas, para demonstran tak sedikit yang memilih masuk ke dalam komplek stasiun dan peron.
Hingga pada pukul 08.30 WIB pihak stasiun memutuskan untuk menutup dan tidak dioperasikan sementara waktu.
Sementara itu, beberapa kelompok massa yang disinyalir hendak ke lokasi demonstrasi di kawasan Thamrin diminta kembali dan tidak diperkenankan keluar oleh Polisi Khusus Kereta Api atau Polsuska.
Pada hari ini, 22 Mei 2019, para pengguna KRL Commuter Line diimbau untuk menghindari naik dari Stasiun Tanah Abang dan Palmerah, maupun bertujuan ke stasiun tersebut.
Pihak manajemen KRL Commuter Line menyarankan untuk naik dan turun di stasiun lain. Hal ini karena kondisi stasiun yang sangat dipadati pengguna, sehubungan penutupan sebagian akses jalan di luar stasiun.
" Untuk pengguna dengan tujuan Stasiun Palmerah dapat menggunakan Stasiun Kebayoran. Sementara pengguna dengan tujuan Stasiun Tanah Abang dapat menggunakan Stasiun Karet, Sudirman, maupun Duri," kata Anne Purba, VP Corporate Communications Commuter Line.
Perjalanan KRL hingga saat ini tetap melayani naik turun pengguna di Stasiun Palmerah maupun Stasiun Tanah Abang untuk pengguna yang hendak transit maupun yang hendak berpindah KRL kembali ke arah Stasiun keberangkatan awalnya.
Perjalanan KRL secara keseluruhan di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya juga hingga saat ini beroperasi normal.
" PT KCI mengimbau para pengguna untuk senantiasa mengutamakan keselamatan dan keamanan, dengan tetap memperhatikan imbauan dari petugas serta tidak memaksakan diri untuk naik/turun saat KRL maupun stasiun tujuan kondisinya sangat padat," pesan Anne.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya