Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Penyambutan Menhan Prabowo Sebelum Sartijab Di Kementerian Pertahanan. ©2019 Liputan6.com/Faizal Fanani
Dream - Menteri Pertahanan (Menhan), Prabowo Subianto, dan Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan), Wahyu Sakti Trenggono, mengunjungi PT Pindad, Bandung, Jawa Barat. Mereka ingin mendorong kemajuan industri pertahanan Indonesia.
" Kalau ada masalah kita meski lihat, kan kita juga ingin mengembangkan industri pertahanan nasional. Supaya kita berperan dan berbicara di kawasan global," kata Trenggono, dikutip dari Merdeka.com, Rabu 6 November 2019.
Menurut Trenggono, Prabowo ingin pertahanan Indonesia lebih dipandang di dunia internasional. Prabowo, kata dia, menilai pertahanan Indonesia saat ini belum cukup disegani.
Trenggono mengatakan, Prabowo rencananya tidak hanya meninjau PT Pindad. Dia juga akan menyambangi PT Pal dan PT Dirgantara Indonesia. " Itu kemampuan-kemampuan di bidang perkapalan dan lain sebagainya," kata dia.
Trenggono mengaku sudah berdiskusi dengan Prabowo mengenai kebutuhan alutsista Tanah Air. " Kita diskusi lagi soal kira-kira perkembangan ke depan dari sisi kebutuhan alutsista," ujar dia.
Diaa menyebut banyak sistem pertahanan yang harus dikembangkan. Mulai dari membangun kapal selam, senjata ringan, dan masih banyak lainnya.
" Tetapi untuk memastikan kapasitasnya apakah memadai dari sisi industri kan juga harus liat ke sana," kata dia.
Dream - Ketua Gerakan Pengawal Fatwa Ulama (GNPF Ulama), Yusuf Martak, mengatakan, mantan pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, tidak diundang dalam reuni 212 di Monas, Jakarta, pada 2 Desember 2019.
" Kalau itu enggak ada undangannya kita. Enggak ada undangan," ujar Yusuf di gedung MUI, Jakarta, Selasa, 5 November 2019.
Reuni ini bermula dari aksi 212 pada 2 Desember 2016 silam, terkait unjuk rasa terkait kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang kala itu menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Menurut Martak, reuni 212 akan selalu dilaksanakan setiap tahun. " Jadi reuni itu pasti akan diadakan setiap tahun," ucap dia.
Martak berharap, reuni 212 tahun ini akan dapat menarik peserta hingga belasan juta orang. " Kalau yang dukung pesertanya 14 juta," kata dia.
Meski demikian, tambah Martak, panitia saat ini masih mengurus perizinan reuni aksi 212 di Monas.
" Karena kita masih dalam pembahasan di Monas, izin sudah kita ajukan sudah lama. Insyaallah tanggal segitu sudah di plot. Tidak ada masalah," ujar Martak.
Dream - Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, menerima kunjungan Duta Besar China untuk Indonesia, Xiao Qian di kantor Kementerian Pertahanan, Rabu, 30 Oktober 2019. Pertemuan bertujuan untuk mempererat hubungan diplomatik kedua negara.
" Kita harus berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah dengan bangga manapun. 1.000 kawan terlalu sedikit, 1 musuh terlalu banyak," kata Prabowo, di akun Twitter resminya, Senin, 30 Oktober 2019.
Menurut Prabowo, Indonesia dan CHina sepakat bahwa kedaulatan antar dua negara adalah hal yang utama. Kedua negara juga memandang stabilitas dari sebuah negara dapat diukur jika rakyatnya merasa aman dan tidak hidup dalam ancaman, baik dari dalam maupun dari luar.

Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, menerima kunjungan Duta Besar China untuk Indonesia, Xiao Qian (Foto: Twitter/@prabowo)
Usai bertemu Xiao, Prabowo melanjutkan agenda kerjanya dengan mengunjungi Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu, 30 Oktober 2019.
Melalui twitter resmi pribadinya, Menhan Prabowo disambut langsung Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.
Melalui foto yang dibagikan, tampak upacara penyambutan militer kepada Prabowo Subianto. Prabowo tampak memberikan hormat kepada prajurit yang meyambutnya.
Dream - Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, tiba di kantornya menggunakan mobil Toyota Alpard. Meski milik pribadi, mobil Prabowo tersebut sudah terpasang logo Kemhan, 1-00.
Menurut Merdeka.com, Selasa 29 Oktober 2019, mobil Prabowo dikawal anggota patroli dan pengawalan Direktorat Lalu Lintas Polri. Seorang petugas membenarkan mobil tersebut merupakan milik Prabowo Subianto.
Sebelumnya, mobil Prabowo tampak terlihat di Sidang Kabinet perdana di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis 24 Oktober 2019. Kala itu, mobil Alphard putih tersebut masih memakai pelat nomor B 108 PSD.
Kepala Biro Umum Kementerian Sekretariat Negara, Piping Supriatna, mengatakan, mobil dinas baru untuk menteri yakni, Toyota Crown 2.5 HV G-Executive memang belum diserahkan. Dia berharap mobil dinas baru itu bisa segera dipakai para menteri.
" Belum, kami sedang menyelesaikan kelengkapan administrasinya. Mudah-mudahan dalam waktu tidak terlalu lama," ujar Piping.
Sumber: Merdeka.com/Ronald
Jemaah tersebut mendekat dan mencium tangan Prabowo. " Allahhu Akbar, takbir," kata jemaah yang lain kompak.
Ketika Prabowo jalan menuju mobil golf, kembali terdengar teriakan, " Selamat jalan pak presiden."
Saat ditanyai mengenai terpilihnya Wahyu Sakti Trenggono sebagai wakil menteri pertahanan, dia irit jawaban.
" Ya, iya. Bagus, bagus. Pak Trenggono ya bagus, reputasinya bagus," kata Prabowo.
(Sumber: Merdeka.com/Ronald)
Dream - Jokowi mengungkap alasannya memilih Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan. Dia menilai mantan Komandan Jenderal Kopassus itu kaya pengalaman di bidang pertahanan dan keamanan.
" Ya memang pengalaman beliau, pengalaman besar beliau ada di situ," kata Jokowi, dikutip dari Merdeka.com, Kamis 24 Oktober 2019.
Menurut presiden bernama lengkap Joko Widodo ini, tak ada lagi istilah oposisi usai pertarungan pemilihan presiden 2019. Sudah saatnya Indonesia bergotong-royong.
" Kita masih menuju kepada sebuah proses demokrasi dalam bernegara ke depan," kata mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
" Saya kira proses-proses kematangan, proses berdemokrasi ini memang kita, semuanya masih dalam proses, tapi saya melihat itu menuju sebuah koridor yang semakin baik ke depan," ucap dia.
Prabowo merupakan mantan rival Jokowi dalam dua pemilihan presiden. Pada 2014, Jokowi berpasangan dengan Jusuf Kalla, sementara Ketua Umum Gerindra tersebut berpasangan dengan politisi PAN, Hatta Rajasa.
Sementara pada tahun ini, Jokowi berpasangan dengan KH Ma'ruf Amin, yang merupakan Ketua Majelis Ulama Indonesia. Prabowo menggandeng Sandiaga Uno, pengusaha sekaligus politisi Gerindra.
Namun, pada dua pemilihan presiden itu, Prabowo kalah berturut-turut. Dan kini, Prabowo mengabdi sebagai Menteri Pertahanan.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya