Warga Sukabumi Bikin Helikopter dari Mesin Genset, Siap Uji Terbang

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 6 November 2019 16:00
Warga Sukabumi Bikin Helikopter dari Mesin Genset, Siap Uji Terbang
Dikerjakan di waktu senggang.

Dream - Nama Jujun Junaedi menjadi perbincangan di dunia maya. Sosok warga Desa Darmareja, Kampung Cibubuay, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, itu menyedot perhatian karena merakit helikopter.

Pria 41 tahun ini merakit helikopter di halaman rumah sejak Agustus 2018. Jujun kerap terlihat merakit helikopter tersebut bersama anak laki-lakinya.

" Saya mulai dari merancang hingga memasang mesin dan alat-alat kelengkapan helikopter rakitan ini. Waktu pembuatannya lama, karena hanya dikerjakan saat saya libur kerja," ujar Jujun, dikutip dari Sukabumi Now, Rabu 6 November 2019.

Jujun mengatakan, mesin helikopter itu merupakan genset berkapasitas 24 pk, 700 cc. " Dan dua silinder berbahan bakar premium. Semua saya selesaikan dibantu oleh anak saya. Kami kerjakan saat malam," kata dia.

Jujun mengaku sudah menghabiskan dana sekitar Rp30 juta untuk pembuatan helikopter ini. Sebanyak Rp16 juta digunakan untuk membeli mesin penggerak.

Helikopter ini mampu menampung tiga penumpang dan satu pilot. " Insyaallah kami akan uji terbang sekitar enam minggu lagi. Atau akhir 2019 ini. Helikopter ini saya beri nama Gardes JN 77 GM," kata Jujun.

1 dari 5 halaman

Wali Murid Tajir, Bawa Helikopter ke Sekolah Anak Buat Bahan Belajar

Dream – Bus sekolah atau van pribadi masuk ke area sekolah untuk mengantar anak sekolah itu wajar. Tapi, angkutan yang dipakai para pelajar ini bisa membuat matamu melongok.

Dikutip dari World of Buzz, Rabu 15 Mei 2019, sebuah video klip viral di jejaring sosial. Video itu memperlihatkan sebuah helikopter tengah mendarat di sekolah.

Ternyata, helikopter ini sengaja dikirim oleh seorang ayah yang anak perempuannya belajar di SD Fengdan di Haidian, Beijing, Tiongkok.

Pria ini bernama Chen. Dia punya anak perempuan yang duduk di bangku 1 SD. Aksinya dinilai sebagai bentuk memamerkan kekayaannya.

2 dari 5 halaman

Begini Jawaban Chen

Pria ini membantah tuduhan tersebut. Chen membela diri dengan menyatakan alasan menerbangkan helikopter ke sekolah putrinya itu untuk tujuan pendidikan.

Dia mengatakan perusahaannya menawarkan tur helikopter di sekitar ibukota Tiongkok. Sekolah itu mengundangnya untuk berperan dalam pameran sains dan teknologi.

Dengan memiliki helikopter di halaman sekolah, Chen mengatakan anak-anak akan terbantu memiliki pemahaman yang lebih baik tentang teori gravitasi serta konsep helikopter terbang.

“ Saya berharap memberi lebih banyak kesempatan untuk anak-anak melihat helikopter dari dekat. Ini akan memicu minat dalam penerbangan bagi mereka,” kata dia.

Tindakan Chen mendapat dukungan dari orang tua siswa yang lain. Dikatakan bahwa anak-anak sekolah bisa mengetahui helikopter dari dekat dan belajar tentang penerbangan.(Sah)

3 dari 5 halaman

Ogah Terjebak Macet, `Horang Kayah` Naik Helikopter Beli Lemang

Dream – Lemang biasanya disajikan saat Hari Raya Idul Fitri. Makanan ini sering disajikan dengan rendang daging di Malaysia.

Walaupun terkenal sebagai hidangan Lebaran, makanan ini juga bisa dijumpai sehari-hari.

Dikutip dari World of Buzz, Rabu 1 Mei 2019, ada salah satu lemang terkenal di Malaysia. Namanya Lemang To’Ki. Kedai ini terletak di Bentong, Pahang, Malaysia.

Saking laris-manisnya, pembeli pun tumpah ruah. Ya, makanan ini digemari karena nikmat, lembut, dan lengket.

Pembelinya pun ada yang datang sambil mengendarai mobil. Ada juga yang naik helikopter demi bisa menghindari macet.

 

Orang kaya membeli lemang dengan naik helikopter.© akun Twitter @aficript

 

Sebuah video dibagian di Twitter. Video ini menampilkan “ horang kayah” membeli lemang. Sebuah helikopter terlihat melayang setelah penumpangnya membeli beberapa lemang.

Orang-orang yang menerbangkan helikopter itu sudah tentu pilot yang baik. Mereka bisa mendaratkan kendaraannya dengan mudah di antara pohon palem.

“ Cara orang kaya membeli Lemang To’Ki,” tulis caption di unggahan itu.

4 dari 5 halaman

Helikopter Kecelakaan Fatal Akibat Celana Panjang

Dream - Komisi Investigasi Kecelakaan Transportasi (TAIC) Selandia Baru mengumumkan hasil kecelakaan helikopter berjenis Hughes 500 yang menewaskan tiga orang pada Oktober 2018 di dekat Wanaka.

TAIC mengatakan, penyebab helikopter tersebut jatuh yaitu karena keluarnya sepasang celana panjang sehingga menjerat rotor ekor helikopter.

Tiga pria yang tewas dalam peristiwa itu adalah Nick Wallis, Paul Hondelink, dan Scott Theobold. Ketiga polisi hutan itu menaiki helikopter dalam rangka operasi untuk mengurangi populasi tahr, sejenis, domba gunung.

Dalam laporan TAIC, penyebab yang disoroti yaitu barang-barang yang tak tersimpan di kabin helikopter.

" Ada bukti bahwa sepasang celana panjang yang telah dikemas di kabin, keluar dari helikopter dan terjerat rotor ekor," kata komisaris utama TAIC, Jane Meares, dikutip dari Radio New Zealand, Kamis, 20 Desember 2018.

" Cat yang menempel di celana panjang cocok dengan warna dan profil baling-baling ekor, dan tanda pada bilah rotor ekor cocok dengan resleting dan pengencang di celana panjang," ujar dia menambahkan.

5 dari 5 halaman

Keluar Api Saat Jatuh

Saat kejadian, para saksi mata kecelakaan mengatakan, melihat barang-barang yang keluar dari helikopter menuju rotor ekor. Mereka menggambarkan helikopter mulai berputar dan turun. Beberapa saat kemudian mereka melihat bagian ekor terpisah dari helikopter.

Helikopter itu terus turun dan menabrak tanah, serta mengeluarkan api.

Bulan lalu, Otoritas Penerbangan Sipil Selandia Baru telah mengeluarkan peringatan keselamatan tentang pentingnya mengamankan barang-barang di kabin helikopter.

Beri Komentar