Jumlah Perempuan Petugas Konsultan Ibadah Haji 2020 Akan Ditambah

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 12 Desember 2019 11:00
Jumlah Perempuan Petugas Konsultan Ibadah Haji 2020 Akan Ditambah
Perempuan yang jadi konsultan ibadah tidak memberi sekat jemaah haji wanita.

Dream - Kementerian Agama (Kemenag) akan menambah konsultan ibadah perempuan untuk operasional haji 2020. Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Nizar Ali mengatakan, konsultan ibadah perempuan dibutuhkan jemaah haji terutama mengenai topik kewanitaan.

" Jemaah haji itu mayoritasnya perempuan 56 persen hingga 58 persen, sementara tidak banyak konsultan ibadah yang perempuan," kata Nizar, Rabu, 11 Desember 2019.

Selama penyelenggaraan haji 2019, kata dia, perempuan yang menjadi konsultan ibadah haji hanya seorang. Perempuan yang menjadi konsultan ibadah haji setiap tahunnya selalu laris manis diserbu jemaah.

" Jemaah perempuan pasti terbatas ketika konsultan ibadahnya laki-laki yang bukan mahramnya, ada sekat psikologis dan sekat syar'i. Tapi, kalau konsultannya perempuan, mereka bisa lebih terbuka," kata dia.

Perempuan yang jadi konsultan ibadah, kata Nizar, akan disebar di sektor-sektor di Mekah maupun Madinah. Ini juga untuk memberdayakan kaum perempuan yang mempunyai otoritas keilmuan di bidang manasik haji.

“ Paling tidak satu sektor satu konsultan perempuan. Di Mekah, ada 11 sektor, Madinah lima sektor. Jadi perlu 16 konsultan perempuan. Ini sekaligus untuk memberdayakan kaum perempuan,” tutur Nizar.

1 dari 5 halaman

Saudi Bangun 60 Ribu Toilet Bertingkat di Tenda Jemaah Haji RI

Dream - Salah satu masalah yang selalu dikeluhkan jemaah haji setiap tahunnya yaitu fasilitas toilet di Mina. Para jemaah haji kerap kesulitan ketika ke toilet lantaran jumlahnya terbatas, sementara penggunanya mencapai jutaan orang.

Terkait masalah ini, Direktorat Jenderal Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) mendorong Kerajaan Arab Saudi untuk memperbaiki layanan toilet. Fasilitas tersebut berperan sangat penting di setiap penyelenggaraan haji.

" Yang krusial masalah toilet di Mina," ujar Dirjen PHU, Nizar Ali, Rabu 11 Desember 2019.

Nizar mengatakan, Saudi menyanggupi pembangunan 60 ribu unit yang prosesnya akan dimulai pada 2020 dengan desain tingkat. Hal itu seperti tertuang dalam Nota Kesepahaman (Master of Understanding/MoU) bersama Menteri Agama Republik Indonesia, Fachrul Razi.

" Akan bangun toilet 60 ribu di Mina, toilet tingkat dimulai awal tahun," ucap dia.

Dalam MoU yang sudah ditandatangani, Menag meminta tahap awal pembangunan toilet di Mina difokuskan di tenda jemaah Indonesia. " Rencana itu toilet dibongkar, ganti yang baru," kata dia.

Proses pembangunan toilet tingkat itu ditargetkan selesai dalam waktu dua tahun. " Di MoU disebutkan Insya Allah proyek akan selesai dalam dua tahun," ucap Nizar.

Selain itu, Saudi juga berencana membangun tenda tingkat di Mina. Hal itu bertujuan untuk mewujudkan visi Arab Saudi yang ingin mendatangkan jemaah haji hingga 5 juta setiap tahunnya.

" Kemah bertingkat, itu rampung Insya Allah 2030, sesuai visinya Arab Saudi yang 2030 jemaah haji 5 juta, sekarang kan 3 juta," ujar dia.

2 dari 5 halaman

Jemaah Haji 2020 Dipastikan Kena Biaya Visa Rp1,136 Juta

Dream - Ongkos haji untuk musim 2020 dipastikan bertambah. Ini lantaran para jemaah haji yang berangkat tahun depan terkena kewajiban membayar visa yang diterapkan Kerajaan Arab Saudi. 

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kementerian Agama (Kemenag), Nizar Ali, dalam rapat dengan panitia kerja (panja) Komisi VIII DPR di Senayan. 

Dalam rapat itu, Nizar mengatakan jemaah haji pada 2020 dikenakan biaya visa sebesar 300 riyal atau Rp1,136 juta.

" Tahun ini setiap orang asing hadir ke Tanah Suci kedapatan biaya kedatangan 300 riyal baik visa kunjungan haji, umroh dan berlaku umum," ujar Nizar, Selasa 10 Desember 2019.

Nizar menerangkan pada 2020 mendatang Saudi tidak lagi menerapkan visa progresif bagi jemaah haji atau umroh. Yang ada hanya visa kunjungan yang dibebankan kepada setiap kepala dengan beban Rp1,136 juta.

" Setiap kali datang pertama kali, kedua atau ketiga atau berapa pun kena 300 riyal," ucap dia.

 

3 dari 5 halaman

Aturan Resmi Saudi

Nizar mengatakan aturan itu sudah ditetapkan Saudi. " Ada surat resmi keputusan pimpinan menteri-menteri (Arab Saudi) memutuskan itu," kata dia.

Meski demikian, kata dia, Kemenag tengah melobi Kerajaan Arab Saudi untuk keringanan petugas haji agar tidak dibebankan biaya visa.

" Paling tidak visa petugas haji yang jumlahnya 4.500 orang, karena ini petugas dibebaskan dari biaya visa. Ini kita mengirim surat dispensasi," ujar dia.

4 dari 5 halaman

Menag Lobi Saudi Tetapkan Kuota Dasar Haji Indonesia 231 Ribu

Dream - Menteri Agama (Menag), Fachrul Razi, memanfaatkan pertemuan dengan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi untuk menetapkan kuota dasar jemaah Indonesia menjadi 231 ribu.

“ Menteri Agama Fachrul Razi telah bersurat kepada Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, meminta agar kuota dasar Indonesia ditetapkan menjadi 231.000,” kata Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Nizar Ali, dikutip dari laman resmi Kemenag, Selasa 3 Desember 2019.

Menurut Nizar, lobi dan surat ini diperlukan karena hitungan kuota dasar Indonesia yang tertuang dalam MoU penyelenggaraan ibadah haji 2020 masih sebesar 221.000. Meski ada penjelasan bahwa pemerintah Indonesia meminta tambahan kuota dasar.

“ Dari hasil pembahasan dalam spesial official meeting dengan Wakil Menteri Haji (Arab Saudi), permintaan ini akan dipertimbangkan,” ujar dia.

Sampai 2016, kuota dasar jemaah haji Indonesia berjumlah 211.000, terdiri dari 194.000 kuota jemaah haji reguler dan 17.000 kuota haji khusus.

5 dari 5 halaman

Penentuan kuota haji ini mengacu kepada kesepakatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Konferensi Islam (OKI) pada 1987 di Amman, Jordania. Hitunganya, dari 1.000 penduduk Muslim di suatu negara, hanya satu orang yang punya kesempatan menyelenggarakan haji.

Sejak 2013, kuota dasar ini mengalami pengurangan sebesar 20 persen, menjadi 168.800, terdiri dari 155.200 haji reguler dan 13.600 haji khusus.

Tapi pada 2017, kuota dasar jemaah haji Indonesia kembali normal menjadi 211.000. Pada tahun itu, atas lobi Presiden Joko Widodo, Raja Salman memberikan tambahan sebesar 10.000 sehingga kuota jemaah Indonesia menjadi 221.000. Jumlah itu bertahan sampai saat ini.

“ Tahun 2019, Raja Salman kembali memberikan tambahan kuota jemaah haji Indonesia sehingga menjadi 231.000. Menteri Agama meminta agar jumlah itu dijadikan kuota dasar jemaah haji Indonesia,” kata dia.

“ Selain kuota jemaah, kami juga mengajukan usulan tambahan untuk kuota petugas haji, dari 4100 tahun lalu menjadi 4200,” ujar dia.

Nizar mengatakan, penambahan kuota haji menjadi salah satu pertimbangan karena meningkatnya antrean jemaah haji Indonesia terus memanjang. Di Bantaeng Sulawesi Selatan misalnya, masa tunggu jemaah sudah mencapai 40 tahun, atau keberangkatan pada 2060. Rata-rata masa tunggu jemaah haji Indonesia saat ini sekitar 20 tahun.

Beri Komentar
Istri Akui Cemburuan, Daus Mini: Coverboy Sih Nggak ya