Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif
Apa yang Masih Bisa Dilakukan Manusia yang Tak Bisa Dilakukan AI?
Prabowo Ramai-Ramai Dicalonkan Lagi
Ini Satu Hal Sederhana yang Ternyata Bisa Membantu Perawatan Ibu Setelah Melahirkan
Ingin Memperlambat Penuaan? Studi Ungkap Hal yang Mungkin Membantu dan yang Ternyata Tak Banyak Berpengaruh
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
Sudah Tidur 8 Jam tapi Tetap Lelah? Bisa Jadi Anda Kekurangan 7 Jenis Istirahat Ini
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Jemaah Haji Indonesia (Foto: MCH)
Dream - Kasubdit Pemantauan dan Pengawasan Umroh dan Haji Khusus Kementerian Agama, Mulyo Widodo, menjelaskan pihaknya bakal mengkaji batasan masa tinggal di hotel transit dalam penyelenggaraan haji khusus.
Kajian ini diperlukan karena banyak Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) yang notabene para agen travel menginapkan jemaahnya di hotel transit melebihi ketentuan yang telah ditetapkan.
" Kita dorong agar masa tinggal di hotel transit lebih singkat," kata Widodo, dikutip dari Kemenag.go.id, Jumat 19 Oktober 2018.
Widodo mengatakan, ketentuan tinggal di hotel transit maksimal adalah lima hari. Selama ini, PIHK kerap melebihi batas waktu dengan alasan efisiensi.
Ke depan, pihaknya akan memanggil PIHK yang kedapatan menginapkan jemaahnya di hotel transit lebih dari lima hari. Sejauh ini, sanksi yang sudah diberikan berupa teguran.
" Dalam evaluasi penyelenggarakan ibadah haji khusus ini kita akan mengkaji apakah sistem hotel transit akan ditiadakan atau tetap diberlakukan," kata Widodo.
Selanjutnya, Widodo menegaskan selain hotel transit, ada sejumlah kewajiban yang harus dipenuhi PIHK. Kewajiban tersebut seperti setiap 90 jemaah harus didampingi seorang dokter, juga adanya pembimbing ibadah setiap perjalanan haji.
Jika kewajiban tersebut dilanggar, PIHK harus menerima sanksi teguran dari Kemenag. Sehingga, Widodo menekankan pentingnya evaluasi penyelenggaraan ibadah haji khusus, terutama aspek perlindungan jemaah.
" Bagaimana jemaah itu pada saat berada di Arab Saudi, mereka nyaman, mendapatkan pelayanan yang baik tapi alhamdulillah untuk tahun ini dari sisi jemaah juga menyatakan telah lebih baik dari tahun sebelumnya," kata dia.
Advertisement

Sering Merasa Orang Lain Tidak Menyukai Anda? Bisa Jadi Ini Hanya ‘Liking Gap’

Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?

Sudah Tidur 8 Jam tapi Tetap Lelah? Bisa Jadi Anda Kekurangan 7 Jenis Istirahat Ini


Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif

Apa yang Masih Bisa Dilakukan Manusia yang Tak Bisa Dilakukan AI?
