Kemenag Imbau Penyelenggara Umrah Prioritaskan Jemaah Gagal Berangkat

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 9 Maret 2020 19:01
Kemenag Imbau Penyelenggara Umrah Prioritaskan Jemaah Gagal Berangkat
Kemenag mendorong pemilihan opsi penjadwalan ulang umrah daripada refund.

Dream - Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama, Arfi Hatim, meminta penyelenggara umrah untuk memprioritaskan jemaah gagal berangkat saat Arab Saudi membuka kembali akses pelaksanaan ibadah tersebut.

Seperti diketahui pekan lalu kerajaan Saudi telah menghentikan sementara seluruh aktivitas umrah baik bagi warganya maupun pendatang. Akses ke Masjidil Haram juga dibatasi hanya saat pelaksanaan ibadah sholat lima waktu.

" Jika pilihannya adalah jadwal ulang, tentu yang kemarin tertunda keberangkatan jadi prioritas, dan jemaah tak akan dimintai biaya tambahan," ujar Arfi, dikutip dari Kemenag.

Arfi mengatakan kementeriannya mendorong biro penyelenggara perjalanan umrah untuk menjadwal ulang keberangkatan jemaah meski ada opsi refund atau pengembalian uang. Hal ini, kata dia, sudah dibicarakan antara Kemenag dengan perwakilan maskapai serta asosiasi penyelenggara perjalanan ibadah umrah.

" Kami mendorong PPIU untuk melakukan proses jadwal ulang, biar proses refund untuk visa saja sebagaimana kebijakan dari Saudi," kata dia.

Menurut Arfi, biaya umrah terdiri dari beberapa komponen di luar visa yang sebaiknya tidak semuanya dikembalikan. Komponen tersebut meliputi transportasi udara dan darat, akomodasi, konsumsi, manasik, dan perlengkapan.

" Ini kondisi force majeur yang tidak diinginkan semua sehingga semua pihak ada empati, ada kebijakan yang dikeluarkan," terang Arfi.

Selain itu, penyelenggara umrah juga diminta untuk tidak menerima pendaftaran calon jemaah lebih dulu. Hal ini berlaku sampai ada kepastian keberangkatan dari Saudi.

Penangguhan penerimaan jemaah umroh oleh Saudi membuat banyak calon jemaah gagal berangkat. Sementara penyelenggara harus menjadwalkan kembali keberangkatan para jemaah umroh tersebut.

1 dari 5 halaman

Konsul Haji KJRI Tepis Kabar Umroh Disetop Setahun

Dream - Konsul Haji KJRI Jeddah, Endang Jumali mengklarifikasi kabar penundaan umroh yang dikeluarkan Arab Saudi sepanjang 2020. Endang menyebut sampai saat ini belum menerima informasi resmi terkait hal itu.

Kendati begitu, Endang sudah berkoordinasi dengan Direktur Urusan Travel Umrah Saudi Abdurrahman Al Segaf dan memastikan, berita itu tidak benar.

“ KUH (Kantor Urusan Haji) KJRI Jeddah sudah berkoordinasi dengan Abdurrahman Al Segaf. Dia mengatakan bahwa informasi tentang penutupan umrah selama satu tahun di 2020 itu tidak benar,” ujar Endang, dilaporkan laman Kemenag, Kamis, 5 Maret 2020.

“ Demikian juga terkait pelaksanaan haji tahun ini. Persiapan terus berjalan. Sampai saat ini belum ada keputusan terkait dibatalkannya pelaksanaan haji dari Saudi,” kata dia.

Pembantu Staf Teknis Haji (STH) I KUH KJRI Jeddah Amin Handoyo mengungkapkan hal serupa. Dia mengaku sudah melakuakan konfirmasi ke call center Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi di nomor +966920002814.

“ Saya konfirmasi ke call center dan ada penjelasan, berita penundaan 1 tahun itu tidak benar,” ucap dia.

Pengumuman yang benar, kata dia, ahwa penangguhan itu bersifat sementara sampai batas yang akan diumumkan kemudian.

" Untuk perkembangannya bisa dipantau melalui twitter Kementerian Haji dan Umrah,” kata Amin. 

2 dari 5 halaman

Saudi Setop Aktivitas Umrah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Dream - Arab Saudi askhirnya memutuskan penghentian sementara aktivitas umrah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Seluruh jemaah yang melaksanakan ibadah umroh tidak dibolehkan masuk ke tempat suci Islam tersebut.

Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Saudi mengumumkan keputusan tersebut pada Rabu waktu setempat dan berlaku sepanjang tahun. Larangan umroh tidak hanya ditujukan bagi jemaah dari luar negeri namun juga warga Saudi sendiri.

Keputusan ini ditetapkan menyusul diumumkannya kasus positif infeksi corona di Saudi oleh Kementerian Kesehatan pada Rabu sore waktu setempat, seperti dilaporkan kantor berita resmi Saudi Press Agency.

Disebutkan pasien tersebut baru datang dari Iran lewat kawasan Bahrain dan tidak melapor ke petugas di pelabuhan Saudi. Pasien tersebut masuk ke Saudi bersama dengan satu pasien yang sebelumnya sudah dinyatakan positif corona.

3 dari 5 halaman

Pelaksanaan Umroh Ditangguhkan

Kementerian Dalam Negeri Saudi menyatakan tujuan pelarangan ini untuk mencegah menyebarnya infeksi virus corona. Seluruh aktivitas umroh ditangguhkan hingga waktu yang ditentukan.

" Membatasi akses ke Dua Masjid Suci yang rutin dipenuhi kerumunan jemaah, membuat isu pengamanan menjadi sangat penting," ujar juru bicara tersebut, dikutip dari Arab News.

Sementara, Wakil Menteri Haji Saudi, Abdulfattah Mashat, mengatakan para jemaah baik warga Saudi maupun asing tetap bisa berkunjung ke Mekah dan Madinah. Tetapi, hanya untuk sholat dan bukan berumrah.

" Mekah tetap terbuka untuk pengunjung dari seluruh wilayah Kerajaan, keputusan penundaan hanya berlaku untuk aktivitas umroh," kata Abdulfattah.

Sebelumnya, Saudi memutuskan untuk menghentikan sementara penerimaan jemaah umroh dan pengunjung dari luar negeri. Juga menunda penerbitan visa kunjungan sehingga tidak ada orang yang bisa masuk ke wilayahnya.

Penutupan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi untuk sementara waktu membawa dampak besar, terutama bagi perekonomian Saudi. Mengingat ibadah umroh memberikan kontribusi sangat besar bagi pemasukan Saudi yang sudah mantap meninggalkan minyak sebagai sumber pendapatan terbesar.

4 dari 5 halaman

Ma`ruf Amin Hormati Penangguhan Umroh oleh Saudi

Dream - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menghormati keputusan Arab Saudi menghentikan sementara kedatangan jemaah umroh dari sejumlah negara. Sebab, kebijakan itu diambil untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona yang merebak di sejumlah negara.

" Saya kira seperti yang dikatakan oleh presiden ya, kita menghormatilah itu apa namanya kedaulatan daripada Arab Saudi, karena ini menangkal adanya virus Corona. Salah satunya dengan cara menutup akses dari luar, kita hormati keputusan itu," kata Ma'ruf, Jumat 28 Februari 2020.

Menurut Ma'ruf, Indonesia dan negara lain dapat merugi akibat kebijakan Arab Saudi. Tetapi, dia menghormati keputusan Arab Saudi. Indonesia tak bisa ikut campur.

" Tentu dampaknya terhadap pengusaha-pengusaha, kepada biro-biro perjalanan, bahkan ada negara yang surplus sekarang minus," ucap dia.

Pemerintah, kata dia, akan melakukan negosiasi dengan Arab Saudi mengenai penangguhan izin umroh.

" Tentu keputusan Saudi itu lebih bersifat menyeluruh ya. Apakah nanti, apakah ada kebijakan itu kita lihat saja. Apakah ada pengecualian kita belum memperoleh konfirmasi dari Saudi," ucap dia.

Sumber: Merdeka.com/Muhammad Genantan Saputra

5 dari 5 halaman

Saudi Setop Visa Umroh Akibat Corona, Kemenag Bakal Sidak Bandara

Dream - Arab Saudi menangguhkan sementara pemberian visa untuk jemaah umroh. Penangguhan ini untuk mengantisipasi sebaran virus corona, Covid-19.

Dalam keterangan tertulisnya, Staf Khusus Menteri Agama, Ubaidillah Amin, mengatakan Kementerian Agama, menghormati keputusan Arab Saudi mengantisipasi Covid-19.

" Meminta semua jemaah umroh Indonesia untuk bersabar sambil menunggu pemerintah Arab Saudi membuka kembali," ucap Ubadillah, Kamis, 27 Februari 2020.

Ubaidillah mengatakan Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) telah meminta jajarannya untuk menggelar sidak ke bandara. Upaya ini untuk mengantisipasi banyaknya jemaah yang bisa terkena penangguhan.

Ubaidillah juga meminta para pengelola biro perjalanan umroh untuk pro aktif mengelola informasi kepada para jemaahnya.

" Pengajuan visa umroh dan visa lainnya ke Saudi mulai hari ini dihentikan," ucap dia.

Beri Komentar