Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Kapuskom Publik Kemenhub JA Barata mengatakan kasus kecelakaan kerap terjadi di Tol Cipali disebabkan kondisi fisik pengendara yang kelelahan.
Dream - Kepala Pusat Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan JA Barata mengatakan kondisi tol Cikopo-Palimanan (Cipali) rawan bahaya.
"Tol Cipali fully alert (penuh bahaya). Perlu kesiapan pengemudi sendiri," kata Barata, Kamis, 9 Juli 2015.
Barata mengatakan kecelakaan kerap terjadi di tol sepanjang 116,75 kilometer ini lantaran faktor pengemudi. Menurut dia, para pengemudi dalam kondisi lelah fisik ketika masuk ke jalur tol ini.
"Umumnya pengemudi mengalami macet hingga keluar tol Cikampek. Begitu lihat jalanan kosong dan lurus, bawaannya pengen ngebut," kata dia.
Kondisi kelelahan fisik tersebut menyebabkan terganggunya konsentrasi pengemudi. Atas hal itu, Barata menyarankan pengemudi sebaiknya beristirahat sejenak di empat rest area yang tersedia.
"Ini tol baru. Orang harus meningkatkan kewaspadaan," katanya.
Sejak dibuka pada 13 Juli 2015 lalu, tercatat sedikitnya terjadi 50 kecelakaan di jalur tol ini. Dari jumlah tersebut, sebanyak 12 jiwa meninggal dunia. (Ism)