Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Para arkeolog menemukan telur ayam berusia 1.000 tahun yang sangat langka. Temuan telur ayam tersebut terjadi selama penggalian baru-baru ini di pusat kota Yavne.
Temuan mengejutkan itu terungkap selama penggalian penyelamatan IAA (Israel Airports Authority), yang dilakukan menjelang pengembangan lingkungan baru. Lokasi penemuan dikabarkan berasal dari sebuah lubang pembuangan kuno yang berasal dari periode Islam.
Menurut siaran pers IAA, para arkeolog terkejut menemukan telur ayam yang rapuh, yang diawetkan dengan sempurna satu milenium yang lalu.
Telur ayam tersebut ditemukan di dalam lubang pembuangan dan tertutup oleh kotoran manusia. Menurut Alla Nagorsky, seorang arkeolog dari IAA, telur tersebut dapat terawetkan dengan baik selama berabad-abad berkat kotoran manusia yang mengawetkannya.
" Bahkan hari ini, telur jarang bertahan lama di karton supermarket. Sungguh menakjubkan untuk berpikir bahwa ini adalah penemuan berusia 1.000 tahun,” ujar Nagorsky.
Penggalian arkeologi skala besar di daerah tersebut dipimpin oleh Elie Haddad, Liat Nadav-Ziv dan Jon Seligman. Para arkeolog sejauh ini telah menemukan kawasan industri yang luas dan beragam yang berasal dari periode Bizantium, menurut IAA.
" Fragmen kulit telur diketahui dari periode sebelumnya, misalnya di Kota Daud dan di Caesarea dan Apollonia, tetapi karena cangkang telur yang rapuh, hampir tidak ada telur ayam utuh yang diawetkan," kata Lee Perry Gal dari IAA dalam sebuah pernyataan.
“ Dalam penggalian arkeologi, kami kadang-kadang menemukan telur burung unta purba, yang cangkangnya lebih tebal menjaganya tetap utuh.”
Menurut Perry Gall, “ telurnya retak kecil di bagian bawah sehingga sebagian besar isinya bocor. Hanya sebagian dari kuning telur yang tersisa, yang diawetkan untuk analisis DNA di masa depan.”
Para arkeolog tidak yakin bagaimana telur itu berakhir di lubang pembuangan, dan membayangkan bahwa mereka tidak akan pernah tahu alasan sebenarnya. Selain telur, juga ditemukan tiga boneka tulang khas periode Islam yang digunakan sebagai mainan.
Sumber: liputan6.com
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan