Saudi Kembali Gelar Ibadah Haji Untuk Jemaah Dalam Negeri

Reporter : Ahmad Baiquni
Sabtu, 12 Juni 2021 19:40
Saudi Kembali Gelar Ibadah Haji Untuk Jemaah Dalam Negeri
Haji tahun ini kembali diperuntukkan bagi jemaah Saudi dan asing yang sudah berdomisili di wilayah Kerajaan.

Dream - Arab Saudi kembali menggelar ibadah haji secara terbatas. Kondisi pandemi Covid-19 yang belum menunjukkan tanda-tanda membaik menjadi alasannya.

Kementerian Kesehatan dan Kementerian Haji Saudi mengumumkan sebanyak 60 ribu jemaah diizinkan melaksanakan haji musim 1442 H/2021 M yang akan dimulai pada pertengahan Juli nanti. Tetapi, kuota hanya bagi warga Saudi dan warga asing yang sudah mukim atau berdomisili di wilayah Saudi.

" Keputusan itu didasarkan pada keinginan terus-menerus Kerajaan untuk memungkinkan para tamu dan pengunjung di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi melakukan ritual haji dan umroh. Kerajaan mengutamakan kesehatan dan keselamatan manusia," demikian pengumuman tersebut, dikutip dari Arab News.

Dua kementerian tersebut juga menekankan mereka yang ingin melakukan haji harus bebas dari penyakit kronis apa pun dan berusia antara 18 hingga 65 tahun. Para calon jemaah juga harus sudah menjalani vaksinasi sesuai dengan langkah-langkah Kerajaan.

Ibadah haji dibolehkan bagi jemaah yang sudah mendapatkan vaksinasi penuh atau mereka yang baru mendapatkan satu dosis vaksin Covid-19 setidaknya 14 hari sebelumnya. Atau mereka yang divaksinasi setelah sembuh dari infeksi virus corona.

Sementara itu, Wakil Menteri Haji mengatakan Arab Saudi memohon negara-negara Muslim dapat memahami keputusan pembatasan jemaah haji ini.

Organisasi Kerjasama Islam telah menyambut baik keputusan Arab Saudi untuk membatasi haji 2021 untuk jemaah haji dari dalam Kerajaan.

1 dari 4 halaman

Menag Janji Bahas Haji 2022 dengan Saudi Seawal Mungkin

Dream - Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, berharap tahun depan pandemi Covid-19 sudah tertangani sehingga haji bisa diselenggarakan dengan baik. Dia menyatakan bakal melakukan pembahasan persiapan haji 2022 dengan Arab Saudi seawal mungkin.

" Semoga tahun depan pandemi sudah teratasi. Kami akan sesegera mungkin membagas persiapan haji 2022 dengan Arab Saudi," ujar Gus Yaqut.

Gus Yaqut mengatakan sebenarnya untuk haji tahun ini, pemerintah sudah melalukan persiapan dini. Dia bahkan mengaku membentuk tim manajemen krisis penyelenggaraan ibadah haji sebagai keputusan pertama setelah dia dilantik Presiden Joko Widodo.

Tim tersebut sudah bertugas melakukan persiapan dan mitigasi penyelenggaraan haji. Beragam skenario keberangkatan juga sudah disusun dan tinggal menunggu kepastian pelaksanaan haji.

 

2 dari 4 halaman

Terpaksa Batal

Sayangnya, pandemi Covid-19 masih mengancam dunia. Saudi sendiri belum memberikan kepastian mengenai penyelenggaraan ibadah haji sampai hari ini.

" Kebijakan pembatalan karena pemerintah mengedepankan keselamatan jiwa jemaah," kata dia.

Dalam kondisi pandemi saat ini, Gus Yaqut menegaskan keselamatan dan keamanan jemaah menjadi hal utama yang dikedepankan. Dia pun memohon maaf kepada jemaah yang sudah dua kali tertunda keberangkatannya ke Tanah Suci.

" Saya sampaikan permohonan maaf sekaligus terima kasih atas kesabaran jemaah. Semoga tahun depan kondisi membaik dan jemaah bisa berangkat haji," kata dia, dalam keterangan tertulis. 

3 dari 4 halaman

Ikhtiar Kemenag Agar Daftar Tunggu Haji Tak Makin Panjang

Dream - Pandemi Covid-19 membuat jemaah haji dua kali batal berangkat ke Tanah Suci, yaitu pada musim haji 1441 H/2020 M dan 1442 H/2021 M.

Kondisi ini tentu berdampak pada masa tunggu keberangkatan. Sebab, daftar tunggu menjadi semakin panjang akibat mundurnya keberangkatan haji dalam dua tahun ini.

" Tertundanya keberangkatan dua tahun terakhir tentu memperpanjang antrean, itu keniscayaan dan tidak bisa dihindari," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umroh, Khoirizi.

Dia mengatakan Kemenag terus berupaya merespon hal ini. Sejumlah langkah telah dijalankan agar daftar tunggu haji tidak semakin lama.

Langkah tersebut di antaranya menguatkan regulasi. Contohnya dengan membatasi usia pendaftar haji minimal 18 tahun.

4 dari 4 halaman

Dana Talangan Haji Dilarang

" Kemenag juga melaran praktik pemberian dana talangan oleh Bank Penerima Setoran Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPS BPIH) untuk membayar setoran awal jemaah," kata Khoirizi.

Selain itu, Kemenag terus melobi Arab Saudi supaya menambah kuota jemaah haji bagi Indonesia. Sehingga, jumlah jemaah haji bisa semakin banyak yang berangkat.

" Alhamdulillah, pada 2019, Indonesia mendapat tambahan kuota sebesar 10 ribu dari Saudi sehingga total kuotanya saat itu menjadi 221 ribu," kata dia.

Tak hanya itu, upaya lain yang dijalankan adalah menyuarakan agar Saudi meningkatkan sarana prasarana perhajian. Khususnya di Arafah, Mina, dan Muzdalifah yang menjadi lokasi sentralisasi jemaah di setiap musim haji.

" Kami berharap sarana utamanya di Mina bisa segera dilakukan Saudi," terang Khorizi, dikutip dari Kemenag.

Beri Komentar