7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kedatangan, 1,5 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca (YouTube/Sekretariat Presiden)
Dream - Indonesia kembali mendapat kiriman vaksin Covid-19 AstraZeneca melalui skema Covax Facility. Sebanyak 1.504.800 dosis vaksin jadi tersebut tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis malam, 10 Juni 2021 sekitar pukul 22.20 WIB.
" Alhamdulillah pada malam hari ini Indonesia kembali menerima vaksin AstraZeneca melalui jalur multilateral Covax Facility sebanyak 1.504.800 dosis," ujar Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, saat menyambut kedatangan vaksin di Bandara Soekarno-Hatta, disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Sebelumnya pada 5 Juni 2021, Indonesia menerima 313.100 dosis vaksin AstraZeneca. Seluruh dosis vaksin ini akan memperkuat pasokan untuk kebutuhan vaksinasi nasional.
" Dengan dua kedatangan AstraZeneca tanggal 5 Juni dan 10 Juni, maka jumlah total vaksin AstraZeneca dari Covax Facility yang diperoleh secara gratis adalah 8.228.400 dosis vaksin jadi," kata Retno.
Sementara, total vaksin yang dimiliki Indonesia saat ini mencapai 93.728.400 dosis. Dari jumlah tersebut, sebanyak 84.500.000 dosis vaksin Sinovac, 8.228.400 dosis vaksin AstraZeneca, dan 1 juta dosis vaksin Sinopharm.
Retno mengatakan Indonesia menggunakan tiga vaksin tersebut yang kesemuanya sudah mendapatkan Emergency Use Listing (EUL) dari WHO. Ini menjadi jaminan ketiga vaksin tersebut sudah memenuhi syarat keamanan dan efektivitas secara global.
Hingga saat ini, WHO telah menerbitkan EUL kepada enam produsen vaksin Covid-19 yaitu Pfizer-BioNTech, Johnson & Johnson, Moderna, AstraZeneca, Sinopharm, dan Sinovac.
" Kita semua memahami bahwa vaksin adalah salah satu ikhtiar penting dan krusial dalam upaya menekan laju penyebaran virus Covid-19," kata Retno.
Pemerintah, kata Retno, terus berikhtiar mengamankan pasokan vaksin. Pemerintah akan selalu bekerja keras memenuhi kebutuhan dalam negeri.
" Ikhtiar ini bukan yang mudah, di mana pasokan vaksin masih terbatas, sementara kebutuhan dunia akan vaksin sedemikian besarnya," ungkap Retno.
Dream - Perwakilan WHO menyatakan Indonesia merupakan negara tercepat se-Asia Tenggara dalam melakukan vaksinasi Covid-19. Pasokan vaksin dalam negeri juga dinilai cukup aman.
Immunization Officer WHO Indonesia, Olivi Silalahi, mengatakan, Indonesia cukup beruntung karena pemerintah berhasil mengamankan pasokan vaksin lebih dini. Ditambah lagi, vaksinasi dilakukan dengan gebyar cukup besar.
" Didukung oleh Presiden kita yang terus monitoring pelaksanaan vaksinasi dan juga Bapak Menteri Kesehatan," ujar Olivi dalam dialog virtual disiarkan kanal FMB9ID_IKP.
Dibandingkan negara-negara lain yang masuk cakupan WHO South-East Asia Regional Office (SEARO), kata Olivi, Indonesia di urutan kedua negara dengan penduduk terbanyak sudah menerima vaksinasi. Urutan pertama ditempati India.
Olivi menerangkan untuk ukuran negara yang belum memproduksi sendiri vaksin Covid-19, Indonesia sudah cukup maju dalam melaksanakan vaksinasi. Meski begitu, masih ada tangangan yang dihadapi Indonesia.
" Tantangan dalam menjangkau kelompok-kelompok yang memang rentang apabila terkena Covid-19, akan menjadi kasus yang berat dan bahkan kematian," kata dia.
Olivi mengatakan Indonesia punya banyak pengalaman vaksinasi rutin. Secara umum, sistem kesehatan di Indonesia sudah siap melaksanakan vaksinasi dalam skala besar.
" Namun, seperti yang sudah kita bahas, keterbatasan vaksin menjadi tantangan di seluruh negara termasuk Indonesia," kata dia.
Lebih lanjut, Olivi mengingatkan vaksinasi hanya salah satu cara mencegah pandemi Covid-19. Dia kembali mengingatkan masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan.
" 3M, 3T tetap harus dikuatkan karena ini saling melengkapo, tidak bisa ada satu dan dua, tetapi harus bisa dilakukan bersama-sama," ucap Olivi.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?