Kisah Mantan Kapolda Sumsel Berantas Polantas Nakal

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Jumat, 22 Januari 2021 08:01
Kisah Mantan Kapolda Sumsel Berantas Polantas Nakal
Maraknya pungli, membuat Kapolda Sumatera Selatan Irjen Djoko Prastowo gerah.

Dream - Calon kapolri Komjen Listyo Sigit Prabowo berencana meniadakan fungsi penilangan dari Polantas. Nantinya penilangan bakal dimaksimalkan melalui mekanisme penegakan hukum berbasis elektronik di bidang lalu lintas atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

Tujuan lain dari mengoptimalkan ETLE, yakni mengantisipasi penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan anggota polisi saat proses tilang lalu lintas.

Wacana tersebut, mengingatkan pada kisah seorang jenderal polisi yang menyamar untuk mencari tahu kinerja anak buahnya.

1 dari 4 halaman

Sengaja Menyamar

Pungutan liar (pungli) atau uang damai saat ken atilang, kerap dijumpai dan sudah menjadi rahasia umum. Maraknya pungli, membuat Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Djoko Prastowo gerah.

Demi memberantas penyimpangan, Irjen Djoko Prastowo pernah menyamar menjadi warga sipil. Ia berpura-pura melanggar lalu lintas.

Djoko mengendarai mobil seorang diri tanpa pengawalan. Alhasil, ia diberhentikan oleh seorang petugas lalu lintas dan digiring ke pos polisi.

 

2 dari 4 halaman

Dipaksa Bayar Uang Damai

Sontak saja polisi nomor satu di wilayah hukum Sumsel itu diminta menyerahkan uang damai atas pelanggarannya. Meski begitu, Djoko minta ditindak langsung (tilang) sesuai dengan kesalahan.

Namun, oknum polantas itu kukuh diselesaikan dengan jalur damai.

Setelah merasa didesak, Djoko pun menyerahkan uang yang diminta. Barulah ia mengakui sebagai Kapolda Sumsel dan menangkap pelaku.

 

3 dari 4 halaman

Oknum Ditangkap

Tak berselang lama, Kabid Propam Polda Sumsel Kombes Hendro datang ke lokasi untuk mengamankan pelaku atas perintah Irjen Djoko.

" Ya, memang begitu salah satu caranya (menyamar). Anggota itu tetap memaksa minta duit damai, padahal waktu itu saya pura-pura ditilang saja. Dia (polisi pungli) saya tanya mana surat tugas, malah tidak bisa menunjukkan," papar Djoko, Selasa 18 Oktober 2016 silam.

Ia menyesalkan anggotanya masih melakukan pungli. Djoko pun tak segan menindak tegas petugas kepolisian yang melanggar disiplin dan kode etik.

" Genderang pungli ini sudah ditabuh Presiden, Kapolri juga sudah. Kita juga tabuh tapi tidak bikin kaget orang. Tapi Saya tak mau tinggal diam urusi pungli, pasti saya tindak," pungkasnya.

 

4 dari 4 halaman

Pensiun

Seperti diketahui, kini Irjen Djoko Prastowo telah mencapai masa purna tugas. Usai menjabat sebagai Kapolda Sumatera Selatan, ia berlanjut mengemban amanah menjadi Analis Kebijakan Utama Bidang Sosek Sahli Kapolri.

Jabatan terakhir jenderal bintang dua ini ialah Anjak Utama Bid. Sosek Sahli Kapolri. Menjadi salah seorang polisi yang patut diteladani atas sikap tegasnya.

Sumber: merdeka.com

Beri Komentar