Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Nama kelompok teror ISIS kembali mengemuka pascarentetan teror di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur serta Pekanbaru, Riau.
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto menyebut, saat ini Polri mencatat sebanyak 500 veteran kelompok radikal ISIS kembali ke Indonesia.
"Secara rahasia kita lakukan pemantauan, tidak bisa dibuka umum," kata Setyo, Selasa, 15 Mei 2018 kemarin.
Secara umum, Polri berkoordinasi dengan Ditjen Imigrasi untuk memantau kepulangan WNI dari Suriah.
"Kita kan tidak tahu mereka dari mana kalau tidak koordinasi dengan imigrasi," ujar Setyo.
Sejak mengemuka, ISIS menjadi daya tarik bagi simpatisannya. Warung Nusantara (WN) 88 Sub Unit Kabupaten Garut, Jawa Barat, menyebut pada Juli 2017 sekitar 30 anggota teroris jaringan ISIS kembali.
"Angka itu hasil informasi dari Mabes Polri dan Densus 88, makanya perlu perhatian serius dari pemerintah daerah," kata Sekretaris WN 88 Kabupaten Garut, Cepi Krisna, kepada Liputan6.com.
© Ulah terduga teroris ISIS di Mapolrestabes Surabaya
Dream - Di bulan yang sama, otoritas keamanan Turki juga menangkap 435 warga negara Indonesia (WNI) yang bergabung dengan ISIS. Peneliti dari Institute for Policy Analysis of Conflict Sidney Jones menyebut jumlah itu merupakan terbanyak kedua.
Sidney menyebut jumlah besar WNI yang ditangkap di Turki berpergian secara berkeluarga.
"Tiga kelompok pertama yang dideportasi dari Turki ke Indonesia beberapa waktu lalu berjumlah 137 orang. Sekitar 79,2 persennya adalah anak-anak dan perempuan," kata Sidney.
Sidney Jones menjelaskan banyaknya keluarga yang terperangkap ISIS bukan karena alasan ideologi. Melainkan gaya hidup.
"Ketika kita berbicara tentang 'militan jihad' persepsi kita mengarah pada laki-laki yang menjadi teroris. Namun faktanya, warga Indonesia yang pergi ke sana adalah keluarga yang ingin 'merasakan kehidupan Islam secara murni'," ujar Sidney.
© Nur eks simpatisan ISIS yang tersadar telah diperdaya
Dream - Remaja 17 tahun yang turut serta masuk ke lingkungan ISIS yaitu Nurshandrina Khairadhania. Dia ke Suriah bersama nenek, orangtua, saudara perempuan paman, bibi, dan saudara sepupunya.
Dalam wawancara yang diunggah di SCTV, Nur mengatakan masuk ke lingkaran ISIS karena jargon masyarakat Islam baru, kehidupan yang enak, pendidikan gratis, dan kesehatan yang terjamin.
"ISIS menjanjikan fasilitas dan membayar semua hutang umat Muslim yang bergabung dengan ISIS." kata Nur.
"Semua yang dikatakan ISIS jauh dari Islam. Sebab yang dikatakan Islam adalah kedamaian," ucap dia menambahkan.
Usai tersadarkan, mereka melarikan diri. Saat ini Nur dan keluarga tinggal di kampung pengungsian Ain Issa di Raqqa, Suriah. Mereka berharap dapat kembali kampung halamannya Jakarta. (Ism, Sumber: Liputan6.com.)
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya


Jangan Remehkan Obrolan Basa-Basi, Ternyata Bisa Bantu Mengurangi Kesepian dan Menjaga Kesehatan