KJRI: Jemaah Umroh Asal Indonesia di Saudi Bisa Beribadah

Reporter : Maulana Kautsar
Sabtu, 29 Februari 2020 18:12
KJRI: Jemaah Umroh Asal Indonesia di Saudi Bisa Beribadah
Jemaah diminta untuk fokus beribadah.

Dream - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Arab Saudi mengatakan, jemaah asal Indonesia yang telah tiba di Arab Saudi tetap bisa menjalankan ibadah umroh sesuai rencana.

“ Sesuai pantauan KJRI Jeddah di wilayah kerja, jemaah umrah WNI yang telah tiba pada 27 Februari 2020 hingga menjelang tengah malam, baik melalui Bandara King Abdul Aziz Jeddah maupun Bandara Prince Muhammad bin Abdul Aziz Madinah, langsung dapat menjalankan ibadah umrah sesuai rencana,” kata Konsul Jenderal, Eko Hartono, Jumat 28 Februari 2020.

Eko mengatakan, tidak terdapat jemaah umroh WNI yang dinyatakan terdampak virus corona, Covid-19, saat kedatangan.

KJRI juga mengimbau kepada seluruh jemaah umrah Indonesia agar tetap tenang menyelesaikan ibadah umroh tanpa terganggu adanya isu-isu yang belum tentu kebenarannya. Jemaah umroh diminta melakukan pengecekan melalui Perwakilan RI di Arab Saudi.

“ Juga terus menjaga kesehatan fisik selama melaksanakan ibadah umrah,” kata dia.

Eko menuturkan, hingga saat ini belum ada keputusan apapun yang dikeluarkan Kerajaan Arab Saudi terkait rencana pencabutan status penangguhan sementara akses masuk WN Asing ke wilayah Arab Saudi.

“ Belum ada keputusan resmi apa pun yang dikeluarkan Kerajaan Arab Saudi,” ucap dia.

KJRI Jeddah pun membuka layanan hotline yang dapat diakses pada nomor: +966503609667.

“ KJRI Jeddah akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan agar jemaah umrah WNI di Arab Saudi dapat melaksanakan ibadah umrah dengan lancar,” ujar dia.

1 dari 4 halaman

Saudi Setop Visa Umroh Akibat Corona, Kemenag Bakal Sidak Bandara

Dream - Arab Saudi menangguhkan sementara pemberian visa untuk jemaah umroh. Penangguhan ini untuk mengantisipasi sebaran virus corona, Covid-19.

Dalam keterangan tertulisnya, Staf Khusus Menteri Agama, Ubaidillah Amin, mengatakan Kementerian Agama, menghormati keputusan Arab Saudi mengantisipasi Covid-19.

" Meminta semua jemaah umroh Indonesia untuk bersabar sambil menunggu pemerintah Arab Saudi membuka kembali," ucap Ubadillah, Kamis, 27 Februari 2020.

Ubaidillah mengatakan Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) telah meminta jajarannya untuk menggelar sidak ke bandara. Upaya ini untuk mengantisipasi banyaknya jemaah yang bisa terkena penangguhan.

Ubaidillah juga meminta para pengelola biro perjalanan umroh untuk pro aktif mengelola informasi kepada para jemaahnya.

" Pengajuan visa umroh dan visa lainnya ke Saudi mulai hari ini dihentikan," ucap dia.

2 dari 4 halaman

Kemenag Menunggu Info Lanjutan

Saat ini, berdasarkan laporan dari pengawasan bandara sejumlah maskapai penerbangan masih terbang sesuai jadwal.

" Kementerian Agama menunggu info lanjutan di atas dari pemerintah Arab Saudi," kata dia.

Dilaporkan Arab News, Kementerian Kesehatan Saudi telah memberikan saran dan pedoman untuk pengendalian penyakit menular Covid-19.

Wakil Menteri Kesehatan Masyarakat, Hani bin Abdul Aziz Jokhdar, mengatakan, pedoman tersebut didasarkan pada pengalaman Arab Saudi dalam melindungi kesehatan dan kesejahteraan peziarah selama musim haji.

3 dari 4 halaman

Menlu Upayakan WNI di Saudi Bisa Umroh

Dream - Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi mengupayakan agar para Warga Negara Indonesia (WNI) yang dalam perjalanan dan sudah di Arab Saudi, dapat melaksanakan ibadah umroh.

Retno mengatakan menghubungi Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, terkait kebijakan tersebut.

Dia mengakui, kebijakan yang dikeluarkan secara mendadak Arab Saudi berdampak terhadap WNI yang sudah terlanjur berpergian untuk umroh.

" Saya tadi menyampaikan apakah bisa untuk yang sudah terbang itu dan akan segera mendarat waktu tadi waktu saya bicara itu pukul 08.00 waktu Saudi," kata Retno, Kamis, 27 Februari 2020.

" Kiranya yang sudah terlanjur landing itu dapat diperkenankan untuk umrah," ucap dia.

Retno belum mengetahui berapa jumlah WNI yang hendak dan sudah tiba di Arab Saudi untuk melaksanakan ibadah umroh.

Pemerintah mempersilakan apabila Arab Saudi melakukan pemeriksaan kesehatan ke jemaah umroh Indonesia.

" Katakanlah ada pemeriksaan-pemeriksaan kesehatan dan sebagainya kita serahkan tapi sekali lagi kita belum mendapatkan informasi," ucap dia.

4 dari 4 halaman

Duta Besar RI Diminta Memantau WNI

Dia menyebut, telah meminta seluruh Duta Besar RI yang bertugas wilayah Timur Tengah, untuk memantau apabila ada WNI yang terhenti perjalanannya ke Arab Saudi karena kebijakan itu.

" Kemungkinan ada warga negara kita yang menjadi terhenti perjalanannya pada saat mereka transit dan sebagainya, itu nanti penanganannya itu. Tentunya akan dikoordinasikan dengan maskapai maupun travel bironya masing-masing," kata Retno.

Sebelumnya, rombongan umrah asal Indonesia dilaporkan tertahan di Bandara Abu Dhabi dan Dubai, Uni Emirat Arab. Hal ini menyusul larangan perjalanan umroh yang dikeluarkan Arab Saudi.

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi telah resmi menangguhkan sementara pelayanan umrah bagi warga dari luar kerajaan.

Kebijakan itu diambil sebagai bagian dari upaya Kerajaan Arab Saudi untuk mencegah masuknya Covid-19.

Berdasar laporan organisasi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Kesehatan Dunia (WHO) per 25 Februari 2020, kasus Covid-19 yang terkonfirmasi secara global mencapai 81.109.

Dengan penambahan 871 kasus baru yang meliputi 459 kasus baru di 37 negara di luar China dan 412 kasus baru di China.

Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham

Beri Komentar
Wajah Tegar BCL Saat Antarkan Jenazah Ashraf Sinclair