Klarifikasi Pengendara Moge Terobos Ring 1 Istana: Minta Maaf dan Hapus Video

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Senin, 1 Maret 2021 11:00
Klarifikasi Pengendara Moge Terobos Ring 1 Istana: Minta Maaf dan Hapus Video
Para pengendara mengaku menyesali perbuatannya.

Dream - Rombongan pengendara motor gede (moge) yang menerobos area VVIP di sekitar Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, telah meminta maaf kepada instansi terkait. Mereka sempat ditendang oleh Paspampres atas peristiwa itu.

Melalui akun Instagram @juniarwilliam17, salah seorang pengendara juga mengaku menyesali perbuatan tersebut.

" Saya atas nama pribadi meminta maaf kepada instansi-instansi terkait atas kejadian di Jl. Veteran 3, saya menyesal dan untuk ke depannya tidak akan mengulangi hal tersebut," tulis Juniar di akun Instagram.

Selain permohonan maaf, pengendara Moge itu juga telah menghapus semua unggahan video yang berhubungan dengan kejadian tersebut.

" Sekali lagi saya meminta maaf yang sebesar-besarnya," tulisnya. 

1 dari 3 halaman

Meminta Maaf

Permintaan maaf juga disampaikan salah seorang pengendara lainnya melalui akun Instagram @jetliwardana2. Dia menuliskan pernyataan yang sama dengan akun @juniarwilliam17.

Selain itu, dalam unggahannya, ia mengaku telah berkoordinasi untuk mediasi dengan pihak Paspampres dan disambut dengan baik.

" Gw dan rekan akan klarifikasi dan mengajukan permohonan maaf di depan media nasional Senin nanti. Doakan semuanya lancar mohon dukungan teman-teman semua," tulis dia.

2 dari 3 halaman

Aksi Terobos Ring 1

Sebelumnya, media sosial dipertontonkan video pengendara moge ditendang Paspampres pada Minggu, 28 Februari 2021. Video itu terjadi di Jalan Veteran dekat Istana Kepresidenan, Jakarta.

Dalam video, para pengendara dicegah aparat. Salah seorang pengendara moge bahkan terjatuh saat diterjang seorang aparat.

Usai bersitegang dengan aparat, para pengendara moge meninggalkan lokasi. Salah seorang pengendara mengancam akan membuat viral kejadian itu.

 

3 dari 3 halaman

Kata Paspampres

Asisten Intelijen Paspampres Letkol Inf. Wisnu Herlambang membenarkan kejadian pengendara moge ditendang Paspampres. Wisnu berkata langkah itu dilakukan sebagai bentuk pengamanan instalasi VVIP.

Wisnu menyampaikan tindakan itu sudah sesuai aturan. Sebab para pengendara moge itu menerobos area VVIP sekitar Istana Kepresidenan.

" Kalau itu hanya ditendang, tidak dipukul. Dan sebetulnya itu sudah tindakan yang paling ringan. Sebenarnya kalau sudah menerobos VVIP di aturannya ditembak, dilumpuhkannya dengan cara ditembak karena sudah mengancam," kata Wahyu, Jumat 26 Februari 2021.

Beri Komentar