Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Buku Pelajaran Kelas VI SD/MI Yang Salah Cetak (Foto: Dream.co.id/Muhammad Ilman Nafi'an)
Dream - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) kembali menemukan buku pelajaran IPS Kelas 6 SD/Madrasah Ibtidaiyah (MI), yang menuliskan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Buku itu berasal dari penerbit yang berbeda.
"KPAI kembali menerima laporan yang sama tetapi berbeda penerbit, kali ini penerbit Intan Pariwara," kata Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti dalam keterangan tertulis yang diterima Dream, Jumat 15 Desember 2017.
Berdasarkan laporan dari masyarakat, buku-buku tersebut ternyata diterbitkan dari 2009 dan sudah digunakan oleh sekolah untuk materi pembelajaran cukup lama.
"Artinya sudah dipergunakan sebagai pembelajaran sejak 8 tahun yang lalu. Namun, baru heboh tahun 2017 karena kontroversi pernyataan Presiden Amerika Serikat baru-baru ini terkait pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel," ucap dia.
Retno menjelaskan, dalam buku IPS kelas 6 yang dicetak itu terdapat materi yang menjelaskan nama-nama negara Asia Barat dalam bentuk tabel.
"Di tabel Asia Barat itulah tertulis di kolom negera Israel dan di kolom ibukota Yerusalem," ujar dia.

Sedangkan di buku IPS kelas 6 yang dicetak oleh Yudistira, pada pembahasan Benua Asia, kesalahan serupa juga muncul.
"Negara Palestina dengan ibukotanya hanya diisi tanda strip alias kosong," ucap dia.

Berdasarkan penjelasan penerbit Yudistira dengan nomor surat 12/Pnb-YGI/XII/2017 tertanggal 12 Desember 2017, menyatakan sumber data bahwa negara Israel ibu kotanya Yerusalem dari world population sheet 2010.
Meski beda penerbit, kedua buku tersebut dibuat oleh pengarang yang sama yakni Shandy Amalia dan I.S Sadiman.
"Penerbit beda, penulisnya sama," kata dia.
(Sah)
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
