Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Sebuah mobil yang melintas di Jalan HM Soeharti, Simpang Periuk, Lubuk Linggau, Palembang harus menjadi korban penembakan polisi berinisial Brigadir K. Petugas memutuskan memuntahkan timah panas setelah pengemudi mobil itu dikabarkan berusaha kabur saat melihat ada operasi razia.
Mobil tersebut menerobos hadangan polisi. Melihat kejadian itu, Brigadir K berusaha mengejar dan menembaki mobil itu. Satu orang penumpang mobil dilaporkan tewas.
Usai kejadian itu, polisi segera melakukan pengusutan. Salah satunya meminta keterangan korban yang selamat.
Polisi mendapatkan keterangan mengenai alasan pengendara berusaha kabur saat razia. Ternyata, pelat nomor mobil tersebut yaitu BG 1488 ON adalah palsu.
" Hanya tempelan. Itu alasan mereka lari. Mobil itu dari Jakarta milik salah satu yayasan. STNK dan pajaknya juga mati. Pengemudi juga tidak punya SIM," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Rikwanto di Mabes Polri, Jakarta, Kamis, 20 April 2017.
Lebih lanjut, kata dia, saat ini Brigadir K tengah menjalani pemeriksaan di Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sumatera Selatan.
Rikwanto menuturkan, seharusnya Brigadir K dapat menahan diri. Sebab, mobil tersebut belum mengeluarkan ancaman yang membahayakan petugas.
" Kalau kita teliti detail ancaman belum muncul. Patut diduga dia (Brigadir K) belum berhak melakukan penembakan itu," ucap dia.
Sebelumnya dikabarkan, akibat kejadian itu, satu orang penumpang, Surini, 50 tahun meninggal. Lima butir peluru menerjang paha kiri dan perut sebelah kiri. Sementara tiga peluru merobek bagian bawah payudara kanan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya