Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Tahir, Suami Nuru Yang Terus Bekerja Keras Sebagai Pemanjat Dan Pemungut Kelapa Meski Sudah Renta. (Liputan6.com/Ahmad Akbar Fua)
Dream - Kencangkan ikat pinggang. Idiom itu dipakai untuk berhemat. Menekan pengeluaran agar cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Tapi, istilah itu benar-benar dilakukan oleh sepasang suami istri lansia di Desa Poni-poniki, Kecamatan Motui, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.
Istilah itu dilakukan bukan dalam artian penghematan. Tapi karena menahan lapar karena tak ada makanan yang bisa dikonsumsi. Inilah kisah prihatin pasangan Tahir dan Nauru.
" Tetangga tak setiap hari bawa makanan. Suami juga tidak setiap hari dapat uang," kata Nuru, dilaporkan Liputan6.com, Selasa 2 April 2019.
Sehari-hari, Tahir bekerja sebagai pemanjat kelapa dengan upah sistem bagi hasil. Setiap kelapa yang berhasil dia dapat, akan dikupas dan dijemur untuk dijadikan kopra.
Tapi, semenjak tubuhnya bongkok, dia tak dapat lagi memanjat banyak pohon kelapa.
Tahir dan Nuru hidup dalam kemiskinan. Pasangan ini hanya hidup berdua dan tak memiliki keluarga.
" Tahir sekarang hanya bertugas memungut kelapa supaya dapat uang untuk membeli makanan mereka berdua. Kalau terpaksa, kadang masih panjat juga," kata Lislani, tetangga pasangan itu.
Kasmin, tetangga yang lain, menyebut pasangan ini tinggal di gubuk yang dibangunkan warga. Rumah tersebut terletak di dalam lorong yang tak begitu jauh dari jalan raya.
Gubuk tersebut terbuat dari kayu beratap rumbia. Terkadang, Nuru dan Tahir mengandalkan sambungan listrik dari tetangga, namun kadang hanya menggunakan penerangan lampu minyak.
" Kalau lihat langsung rumahnya, mirip kandang. Kasihan sebenarnya, kami juga sudah berusaha bantu-bantu," ujar Kasmin.
Tetangga lainnya, Asman, mengatakan, pasangan ini tak mendapat bantuan untuk warga miskin.
" Bantuan warga miskin sepertinya tak pernah mereka terima. Sebab, identitas mereka kata beberapa pihak tak jelas," kata Asman.
Sumber: Liputan6.com/Ahmad Akbar Fua
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya