ISIS Eksekusi Anggotanya yang Pakai Nama 'Bieber'

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 2 April 2019 07:00
ISIS Eksekusi Anggotanya yang Pakai Nama 'Bieber'
Dibunuh karena mengkhianati ISIS.

Dream - Nasib tragis dialami oleh pemuda asal Inggris, Mohammed Ismail. Pemuda asal Coventry yang bergabung dengan ISIS itu tewas diseksekusi kelompok teroris tersebut setelah dituduh sebagai mata-mata negara Barat.

Mohammed Ismail bergabung dengan ISIS pada Maret 2014 bersama dua teman, yang sudah tewas dalam peperangan. Sejak bergabung itu pula, dia mengubah namanya menjadi Osama bin Bieber. Ismail memakai bintang pop Justin Bibier sebagai nama lapangan karena tampilannya saat remaja.

Tapi nasib Ismail berujung tragis setelah ISIS ciriga terhadap kesetiaan Ismail. ISIS menangkapnya setelah serangan pesawat tak berawak di Raqqa, Suriah. Seorang sumber mengatakan, " Begitu serangan drone terjadi, dia ditangkap di Raqqa."

Kecurigaan ISIS pada Ismail pertama kali muncul saat mereka yakin Ismail menjadi mata-mata yang mengakibatkan kematian Nasser Muthana, dari Cardiff. Propagandis senior ISIS itu tewas dalam serangan koalisi yang didukung AS.

Laman The Sun, yang mengutip The Sunday Times, menyebut, Ismail mengaku mengkhianati ISIS dan memberikan informasi rahasia kepada agen intelijen Barat.

Ismail kemudian dibunuh secara brutal oleh algojo ISIS di depan seorang juru kamera yang mengabadikan momen terakhirnya.

" Mereka melakukan interogasi dengannya. Dia mengakui segalanya. Dan kemudian mereka membunuhnya," kata sumber tersebut.

1 dari 1 halaman

Bekas Anak Kelab Malam

Sebelum meninggal, Ismail sempat mengatakan ke teman-temannya mengenai alasannya membocorkan rahasia ISIS. Dia juga sempat meminta maaf dan mengatakan telah mengaku di bawah tekanan ISIS.

" Mereka membuat video tentang dia (Ismail). Ismail mengatakan telah menyesal, namun itu menunjukkan dia mati," ucap dia.

Ayah Ismail, Mahir Haidi, terkejut dengan berita kematian putranya. Mahir mengatakan, dia tidak berbicara dengannya lebih dari dua tahun.

Seorang teman menyebut Ismail mulai terpapar paham radikal saat kuliah. Seorang sumber yang dekat dengan temannya bahkan menyebut terpapar paham radikal hanya dalam 15 hari.

" Tiga pekan sebelum dia bergabung dengan ISIS, dia adalah anak kelab malam di Coventry," kata sumber tersebut.

Beri Komentar
Terima Kritik Pedas, Nada Zaqiyyah: Ternyata Adik Kelas Aku Sendiri