Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Mohammed Ismail Alias Osama Bin Bieber Tewas Karena Dianggap Bocorkan Data ISIS (Foto: The Sun)
Dream - Nasib tragis dialami oleh pemuda asal Inggris, Mohammed Ismail. Pemuda asal Coventry yang bergabung dengan ISIS itu tewas diseksekusi kelompok teroris tersebut setelah dituduh sebagai mata-mata negara Barat.
Mohammed Ismail bergabung dengan ISIS pada Maret 2014 bersama dua teman, yang sudah tewas dalam peperangan. Sejak bergabung itu pula, dia mengubah namanya menjadi Osama bin Bieber. Ismail memakai bintang pop Justin Bibier sebagai nama lapangan karena tampilannya saat remaja.
Tapi nasib Ismail berujung tragis setelah ISIS ciriga terhadap kesetiaan Ismail. ISIS menangkapnya setelah serangan pesawat tak berawak di Raqqa, Suriah. Seorang sumber mengatakan, " Begitu serangan drone terjadi, dia ditangkap di Raqqa."
Kecurigaan ISIS pada Ismail pertama kali muncul saat mereka yakin Ismail menjadi mata-mata yang mengakibatkan kematian Nasser Muthana, dari Cardiff. Propagandis senior ISIS itu tewas dalam serangan koalisi yang didukung AS.
Laman The Sun, yang mengutip The Sunday Times, menyebut, Ismail mengaku mengkhianati ISIS dan memberikan informasi rahasia kepada agen intelijen Barat.
Ismail kemudian dibunuh secara brutal oleh algojo ISIS di depan seorang juru kamera yang mengabadikan momen terakhirnya.
" Mereka melakukan interogasi dengannya. Dia mengakui segalanya. Dan kemudian mereka membunuhnya," kata sumber tersebut.
Sebelum meninggal, Ismail sempat mengatakan ke teman-temannya mengenai alasannya membocorkan rahasia ISIS. Dia juga sempat meminta maaf dan mengatakan telah mengaku di bawah tekanan ISIS.
" Mereka membuat video tentang dia (Ismail). Ismail mengatakan telah menyesal, namun itu menunjukkan dia mati," ucap dia.
Ayah Ismail, Mahir Haidi, terkejut dengan berita kematian putranya. Mahir mengatakan, dia tidak berbicara dengannya lebih dari dua tahun.
Seorang teman menyebut Ismail mulai terpapar paham radikal saat kuliah. Seorang sumber yang dekat dengan temannya bahkan menyebut terpapar paham radikal hanya dalam 15 hari.
" Tiga pekan sebelum dia bergabung dengan ISIS, dia adalah anak kelab malam di Coventry," kata sumber tersebut.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya