Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Komite tetua sebuah desa di selatan India melarang perempuan mengenakan gaun malam ketika siang hari. Empat bulan lalu, sembilan tetua desa di Tokalapalli in negara bagian Pradesh, meminta gadis dan perempuan tidak mengenakan gaun tidur pada pukul 07.00 hingga 19.00.
Bagi yang kedapatan memakai gaun tidur pada siang hari akan dikenai denda 2.000 rupee, atau setara Rp409 ribu. Sementara bagi warga yang melaporkan warga lain yang mengenakan gaun tidur akan diberi hadiah sebesar 1.000 rupee, setara Rp204,5 ribu.
Perintah keras itu diikuti warga dengan taat. Tidak ada seorang warga yang terkena denda dari tetua adat.
Dilaporkan BBC, gaun tidur sempat menjadi pakaian populer di warga Tokalapalli. Tetapi, kebiasaan mengenakan gaun tidur itu berubah beberapa tahun yang lalu.
Gaun tidur yang longgar itu mulai dikenakan pada siang hari. Tetua desa, Balle Vishnu Murthy, mengatakan larangan mengenakan gaun tidur pada siang hari untuk mencegah perempuan memamerkan tubuhnya.
" Gaun itu tak apa jika dikenakan di rumah, namun ketika mereka keluar dapat memancing perhatian dan menyebabkan masalah bagi penggunanya," kata Vishnu, Jumat, 30 November 2018.
Warga sebetulnya menentang aturan itu. Tapi, denda yang terbilang besar itu menjadi penghalang warga desa nelayan ini.
Ini bukan pertama kalinya, gaun tidur jadi persoalan para `polisi moral`. Pada 2014, sekelompok perempuan dari desa di dekat Mumbai, dikenai denda 500 rupee, setara Rp102 ribu, karena dianggap menjalankan praktik tak senonoh.
Editor portal fashion digital, Shefalee Vasudev, pernah menulis masalah ini. Dia lebih suka menyebut para tetua desa sebagai polisi moral alih-alih polisi fesyen.
" Itu tidak bisa disebut seksi atau tidak senonoh," ujar dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya