Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Alfian Tanjung (Sumber Foto: Facebook)
Dream - Belum sempat menghirup udara bebas setelah divonis tak bersalah dalam kasus ujaran kebencian, Ustaz Alfian Tanjung kembali ditangkap polisi. Dia kembali ditangkap saat mengurus administrasi bebas di Rumah Tahanan Medaeng, Sidoarjo.
Pada Rabu 6 September 2017, Alfian divonis bebas oleh Pengadilan Negeri Surabaya. Hakim mengabulkan eksepsinya dan menilai dakwaan jaksa tidak cermat terkait kasus dugaan ujaran kebencian dalam ceramah di Masjid Mujahidin Surabaya.
Rabu malam, setelah putusan itu, Alfin dijemput oleh sejumlah anggota Polda Metro Jaya. Dia ditangkap terkait kasus ujaran kebencian. Namun kali ini gara-gara cuitan di media sosial yang menyebut Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) sebagai bagian dari Partai Komunis Indonesia (PKI).
"Kasusnya itu masalah ujaran kebencian, penistaan," kataDirektur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Adi Deriyan di kantornya, Jakarta, Kamis 7 September 2017. Saat ini, Alfian mendekam di tahanan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

Sambut Tren Warna 2027, JOTUN Hadirkan 24 Warna dalam Koleksi JOURNEYS

Sering Mengalami Suduken Saat Olahraga? Ini Penyebab dan Cara Cepat Meredakannya

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'