Mahasiswa Al Azhar asal Indonesia Kini Punya Asrama

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 27 Juli 2016 15:44
Mahasiswa Al Azhar asal Indonesia Kini Punya Asrama
Asrama yang dibangun dengan dana Pemerintah Indonesia tersebut dapat menampung 1.200 mahasiswa.

Dream - Mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Universitas Al Azhar Mesir kini tidak lagi kesulitan mencari tempat tinggal. Pemerintah telah membangun asrama dengan kapasitas 1.200 orang untuk para mahasiswa itu.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyerahkan pengelolaan asrama mahasiswa Indonesia tersebut kepada Imam Besar Al Azhar Sheikh Ahmad Al Thayyeb. Setengah bagian gedung itu akan dipergunakan untuk mahasiswa Indonesia, sementara setengah lagi diperuntukan bagi mahasiswa Mesir dan asing.

Pembagian itu dimaksudkan agar mahasiswa Indonesia dapat berinteraksi dengan warga asing.

Tetapi, di luar dugaan, Sheikh Al Tayyeb malah menghendaki asrama tersebut diperuntukkan sepenuhnya bagi mahasiswa Indonesia.

" Saya tidak menduga kalau Grand Sheikh ternyata mempersilakan Pemerintah Indonesia untuk memanfaatkan sepenuhnya untuk kepentingan mahasiswa Indonesia, dengan mempertimbangkan prestasi, umur, jenis kelamin, dan kondisi lainnya," ujar Lukman, dikutip dari laman kemenag.go.id, Rabu, 27 Juli 2016.

" Komite bersama yang terdiri dari unsur KBRI dan Al Azhar akan menindaklanjuti hal teknis terkait ini," ucap Lukman.

Sheikh Al Thayyeb mengatakan hibah dari pemerintah Indonesia merupakan bagian dari pelaksanaan proyek pembangunan gedung asrama yang tengah dijalankan Universitas Al Azhar untuk mahasiswa asing. Seluruh asrama tersebut nantinya akan menampung sebanyak 40.000 mahasiswa atas biaya dari Arab Saudi.

Untuk tahap pertama akan dibangun gedung berkapasitas 10.000 orang. Tahap pertama ini ditargetkan akan selesai dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

Sheikh Al Thayyeb menyatakan pihaknya selalu memantau perkembangan mahasiswa Indonesia melalui pertemuan untuk mengetahui permasalahan yang mereka hadapi. Langkah ini dijalankan Al Azhar untuk mencegah mahasiswa Indonesia direkrut kelompok tidak bertanggung jawab.

" Saya meminta Kedutaab Besar Republik Indonesia memberikan data mahasiswa dan kondisi keuangan mereka. Dalam suasana terhimpit secara ekonomi, tidak tertutup kemungkinan mahasiswa dimanfaatkan oleh kelompok tersebut. Jangan sampai mereka merusak reputasi Al Azhar ketika kembali ke Tanah Air, karena selama di Mesri tidak belajar dengan sungguh-sungguh," kata Sheikh Al Thayyeb.

Menanggapi hal tersebut, Lukman mengatakan pemerintah Indonesia telah mengantisipasi kemungkinan itu sejak di Tanah Air. Para calon mahasiswa Indonesia harus mendapat rekomendasi Kemenag setelah mengikuti ujian kompetensi masuk Universitas Al Azhar.

Beri Komentar
Indah Permatasari: Karena Mimpi Aku Hidup