Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Pengecekan Pada E-KTP Yang Telah Dicetak (Dream)
Dream - Pembuatan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) yang memakan waktu dari 2-3 bulan membuat gerah masyarakat. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendesak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk menyelesaikan masalah ini.
"YLKI mendesak Kemendagri untuk memberikan informasi yang jelas terkait hal ini, dan meminta maaf pada masyarakat Indonesia karena gagal dalam memberikan pelayanan publik," kata Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi dalam keterangan tertulis yang diterima Dream, Selasa, 26 Juli 2016.
Menurut Tulus, lamanya proses pembuatan e-KTP disebabkan kekosongan blanko e-KTP. Sejumlah daerah hanya menerima kiriman beberapa lembar blanko e-KTP. Itupun hanya untuk keperluan darurat semisal mengurus e-KTP.
"Usut-punya usut ternyata blanko e-KTP sedang kosong atau berkurang signifikan, belum ada droping dari Kemendagri," papar Tulus
Tulus mengatakan kasus semacam itu jelas merugikan masyarakat dan tidak sejalan dengan program revolusi mental yang digalakkan pemerintah. Lamanya pembuatan e-KTP dapat dikategorikan pelanggaran UU no.25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.
"Seharusnya pemerintah mengutamakan dan memprioritaskan dalam hal pelelangan dan percetakan," tulis dia.
Selain merugikan masyarakat, Tulus melihat jauh dampak lamanya pengurusan e-KTP tersebut. Dia mengatakan lamanya e-KTP dapat dimanfaatkan oknum pegawai kelurahan atau desa dengan calo e-KTP.
"Permainan patgulipat antara oknum kelurahan atau desa dengan calo untuk mempercepat pengurusan dan masyarakat menjadi korban," kata dia.(Sah)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari