Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Antara Foto
Dream - Tersangka pembunuhan Angeline Agus Tay Hamba May membongkar fakta baru tentang ibu angkat Angeline, Margriet. Salah satunya, Margriet menginjak-injak jasad Angeline untuk memastikan bocah malang itu sudah meninggal.
" Masih di dalam kamar, setelah dibungkus Agus disuruh menginjak-injak jasad Angeline untuk memastikan sudah meninggal. Agus tak mau. Ibu Margriet akhirnya menginjak-injak sendiri jasad Angeline," kata kuasa hukum Agus, Haposan Sihombing di Denpasar, Bali, Rabu, 8 Juli 2015.
Menurut Haposan berdasarkan keterangan Agus, Margriet menginjak-injak jasad Angeline menggunakan sandal. Penyidik sudah mengamankan sandal tersebut sebagai barang bukti.
" Barang buktinya sandal warna putih dasarnya biru," ujar Haposan.
Haposan menerangkan ketika dibungkus, jasad Angeline dalam keadaan tertetuk dan diikat menggunakan tali berwarna biru. Margriet kemudian menyuruh Agus memperdalam lubang yang sudah ada di kandang ayam halaman belakang rumah.
" Waktu Agus menggali, Margriet datang ke lokasi. Dia tanya ke Agus, 'Gus, kok lama Gus'. Agus jawab, 'Sudah, bu, sudah mau selesai', Adegan itu ada. Jenazah Angeline masih di kamar," ungkap Haposan.
Usai menggali lubang, Agus menggotong jenazah Angeline dari kamar Margriet ke lubang kuburan yang sudah digali. Margriet sudah menunggu di lokasi lubang kuburan.
" Ibu Margriet sudah menunggu di lokasi. Pada saat jasad diletakkan, posisinya masih diputar oleh Margriet," ungkap Haposan.
Setelah itu, Margriet menyuruh Agus mengubur Angeline. " Lalu diperintahkan, 'Sekarang kubur. Itu ditutupi bambu, baru ditutupi keranjang'. Kita lihat langsung di TKP. Menurut pengacaranya, itu tempat sampah, menurut kami tidak cocok tempat sampah," terang Haposan.
Bantah
Pihak Margriet sudah berkali-kali membantah terlibat dalam pembunuhan anak angkatnya itu. Bahkan, kubu Margriet menggugat Polda atas penetapan status tersangka pembunuhan.
" Begini ya. Yang perlu dijelaskan praperadilan itu hak tersangka. Bukan mau menang-menangan, bukan menyalah-nyalahkan," ujar Hotma Sitompoel, pengacara Margriet.
Hotma menambahkan, langkah menggugat penetapan tersangka dimaksudnya untuk menegakkan aturan hukum, agar segala hal berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku.
Namun, ia enggan membeber kekeliruan Polda Bali dalam menetapkan kliennya sebagai tersangka.
" Nantilah kita buktikan di pengadilan. Yang penting diketahui kita bukan mencari menang, bukan menyalahkan orang. Kita ingin menegakkan hukum," ujar Hotma menegaskan.
(Ism, Laporan: Berry Putra)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya