Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Antara Foto
Dream - Setelah Angeline (Engeline) dilaporkan hilang, anak bungsu Margriet, Christina Telly Megawe menyewa jasa satpam untuk menjaga rumahnya di Jalan Sedap Malam Nomor 26 Denpasar.
Satpam itu bekerja sejak 4 Juni 2015. Salah satu satpam yang bekerja di sana adalah Dewa Ketut Raka.
Menurut Raka, empat orang satpam yang disewa Christina untuk menjaga rumahnya selama 24 jam hanya diminta menjaga di depan rumah saja. Mereka dilarang untuk masuk ke dalam rumah.
Bahkan, Raka mengaku untuk buang air begitu sulit karena tak diberi akses toilet. Setelah dikomplain ke perusahaannya, Raka dan rekan-rekan akhirnya diberikan akses masuk lewat pintu samping rumah Margriet oleh Christina. Dari sanalah gelagat aneh Margriet dan kuburan Angeline ditemukan.
Menurut kesaksian lain dari bekas penyewa rumah kos-kosan yang dikelola Margriet, ibu angkat Angeline itu jarang bergaul dengan tetangga. Gaya bicaranya juga keras.
Tila tinggal sekitar 2 tahun di kos-kosan yang di dalam lingkungan rumah Margriet. Ia pun menunjukkan foto-foto kala ia berada di halaman rumah Margriet, termasuk kala ia menggendong bocah mungil Angeline.
Ia mulai menyewa kos-kosan di sana pada 2010 silam. Dan berhenti menyewa kos-kosan di sana 2012. Namun, Tila mengaku masih sering berkunjung ke kos-kosan di sana untuk menemui temannya. Dalam sebulan bisa dua sampai empat kali ia berkunjung.
" Dari dulu memang tidak ada satpamnya. Kami-kami ini, penghuni kos-kosan satpam di sana," kata Tila di bilangan kawasan Denpasar, Rabu 8 Juli 2015.
Saat masih kos di sana, Angeline baru berusia sekitar 3 tahun. Tubuhnya sudah kurus, kecil. Namun, laiknya anak-anak, Angeline balita tetap periang. " Dia sering saya gendong. Kalau saya ada makanan saya kasih dia. Kalau tidak ada Margriet, Angeline mau ambil. Kalau ada Margriet, tidak mau dia. Takut," kata dia.
Tila sering melihat Angeline dimarahi Margriet. Kalau sudah marah, Margriet akan mengeluarkan suara yang keras. " Suaranya menggelegar. Angeline hanya diam, menangis. Dari dulu anak itu sudah tertekan mentalnya," kata Tila.
Dua tahun tinggal di sana dan setelahnya sering berkunjung ke rumah Margriet, anak kandung Margriet tak pernah kelihatan. " Dia (Margriet) sendiri yang cerita. Saya sendiri belum pernah bertemu, karena mereka tak pernah berkunjung," kata Tila.
Namun, tiba-tiba, anak pertama Margriet Yvonne datang mengunjungi ibunya pada hari kematian Angeline, 16 Mei lalu. Ia datang setelah Rohana tiba di rumah nahas bagi Angeline.
Laporan: Berry Putra
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya