Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Dream - Kuasa hukum tersangka pembunuhan Angeline (Engeline) Agus Tay Hamba May, Haposan Sihombing membeberkan keterangan kliennya terkait pembunuh bocah itu yang sebenarnya. Haposan mengatakan kliennya pernah mendengar pengakuan Margriet yang membunuh Angeline.
Agus telah menuangkan keterangannya dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Sedangkan dalam rekonstruksi pada Senin lalu, seluruh keterangan Agus dipraktikkan oleh Margriet.
Haposan mengatakan pada tanggal 16 Mei lalu Agus mendegar Angeline berteriak. " Mama, mama, lepaskan saya. Lalu, kurang lebih beberapa menit kemudian dipanggillah dia sama Margriet," ujar Haposan, Rabu, 8 Juli 2015.
Tetapi, saat rekonstruksi Margriet sempat membantah. Margriet mengaku tidak memanggil Agus dan hanya memanggil nama Angeline sebagai tiga kali.
" Di situlah Agus marah. Dia pukul tiang lalu bilang 'Ibu jangan bohong, bu'," kata Haposan menirukan ucapan Agus.
Haposan melanjutkan, Agus segera menuju kamar Margriet begitu mendengar panggilan. Di dalam kamar, Agus melihat jenazah Angeline sudah tergeletak dan luka parah.
" Sesuai BAP Agus pada adegan ke-20 Margriet menjambak, adegan ke-21 membenturkan kepala Angeline ke lantai," kata dia.
Selanjutnya, terang Haposan, Agus pun heran mengapa majikannya begitu tega melakukan hal itu. " Selanjutnya dalam hal ini tersangka Agus selalu menanyakan kenapa diginikan," ungkap dia.
Tetapi, Agus diminta untuk tidak banyak bertanya dan mengikuti saja perintah Margriet. Kala itu, Margriet mengaku di depan Agus bahwa dia telah memukul dan membunuh Angeline.
" Margriet bilang kamu nurut saja. Saya yang memukul, saya yang membunuh. Keterangan itu ada dalam BAP dan dipraktikkan saat rekonstruksi. Margriet melihat, meski tidak mau memerankan. Dia diam saja, tidak protes dengan adegan itu," kata Haposan.
Tidak hanya itu, Agus juga dipaksa untuk mengaku sebagai pembunuh Angeline jika ketahuan polisi.
" Nanti kalau ketahuan sama polisi, ngaku saja kamu yang perkosa, kamu yang bunuh. Nanti saya kasih imbalan Rp200 juta," jelas Haposan.
Bantah
Pihak Margriet sudah berkali-kali membantah terlibat dalam pembunuhan anak angkatnya itu. Bahkan, kubu Margriet menggugat Polda atas penetapan status tersangka pembunuhan.
" Begini ya. Yang perlu dijelaskan praperadilan itu hak tersangka. Bukan mau menang-menangan, bukan menyalah-nyalahkan," ujar Hotma Sitompoel, pengacara Margriet.
Hotma menambahkan, langkah menggugat penetapan tersangka dimaksudnya untuk menegakkan aturan hukum, agar segala hal berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku.
Namun, ia enggan membeber kekeliruan Polda Bali dalam menetapkan kliennya sebagai tersangka.
" Nantilah kita buktikan di pengadilan. Yang penting diketahui kita bukan mencari menang, bukan menyalahkan orang. Kita ingin menegakkan hukum," ujar Hotma menegaskan.
(Ism, Laporan: Berry Putra)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang