Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini
Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012
Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi
Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Ketika sholat, seseorang terhubung dengan Allah SWT. Sholat merupakan jalan bagi seorang Muslim bermunajat.
Sehingga munajat seseorang tidak selaiknya diganggu. Baik oleh dalam diri orang yang bersangkutan, apalagi dari luarnya.
Sebisa mungkin, orang lain tidak merusak kekhusyukan orang yang sholat. Salah satunya, dengan tidak melintas di depan mereka.
Perintah untuk tidak melintas di depan orang sholat salah satunya terdapat dalam hadis riwayat Imam Bukhori.
" Kalau saja orang yang berjalan di depan orang sholat tahu sesuatu (dosa) yang akan ia dapatkan, maka sungguh berdiam (menunggu selesai sholat) selama 40 lebih baik baginya daripada berjalan di depan orang yang sholat. Abu Nadhar (Rawi) berkata, 'Saya tidak tahu apakah Rasulullah berkata 40 hari, bulan, atau tahun'."
Memang, hadis di atas berisi larangan untuk melintas di depan orang sholat. Tetapi, bagaimana status hukumnya, apakah makruh atau haram?
Dikutip dari NU Online, area yang dimaksud dalam hadis di atas adalah antara tubuh orang yang sholat dengan sutrah atau penghalang. Dalam hal ini, area yang dimaksud melewati sajadah apabila digunakan untuk sholat.
Larangan ini menjadi lebih ketat apabila orang yang sholat tidak memakai sajadah atau sutrah sama sekali. Misalnya, sholat di lantai dengan tidak meletakkan benda apapun di depannya sebagai penghalang.
Menjumpai kondisi ini, orang lain tidak boleh lewat di depan orang yang sholat.
Mengenai hukumnya, para ulama berbeda pendapat. Jumhur ulama menyatakan haram hukumnya melintas di depan orang sholat. Pendapat ini dipegang oleh Imam Baghawi dan para ulama lain.
Tetapi, Imam Ghazali menyatakan hal ini tidak sampai dihukumi haram, melainkan sebatas makruh.
Perbedaan pendapat ini disinggung oleh Imam An Nawawi dalam kitabnya Al Majmu' ala Syarh Al Muhadzdzab.
" Jika seseorang melaksanakan sholat dengan sutrah (penghalang) maka haram bagi orang lain lewat di antara orang yang sedang sholat dan sutrah, sedangkan lewat di luar sutrah adalah hal yang tidak diharamkan. Imam Al Ghazali berpendapat (hukum lewat di depan orang sholat) makruh, tidak sampai haram. Namun pendapat yang shahih bahkan pendapat yang benar bahwa sesungguhnya lewat di depan orang sholat adalah haram. Pendapat demikian adalah yang dipastikan (tanpa keraguan) oleh Imam Baghawi dan ulama lain yang ahli memutuskan hukum beserta dalilnya."
(ism, Sumber: NU Online)
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi