Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Cuaca terik dan panas terasa sejak awal pekan ini. Cuaca terik tersebut melanda di wilayah Pulau Jawa, Bali hingga Nusa Tenggara.
Kepala Bagian Humas BMKG Hary Tirto Djatmiko, dalam keterangan tertulisnya, mengatakan cuaca panas dan terik tersebut merupakan fenomena alamiah.
" Kejadian cuaca panas dan terik lebih sering terjadi pada pada bulan-bulan puncak musim kemarau," kata Hary.
Hary mengatakan ada beberapa faktor yang memengaruhi kondisi tersebut. Beberapa diantaranya ialah gerak semu matahari yang berada di sekitar garis ekuator. Pada sekitar 22 hingga 23 September, perambatan gelombang matahari yang berada di sekitar garis ekuator masuk ke bumi dengan optimal.
" Ini ditandai dengan hasil monitoring suhu udara maksimum berkisar antara 34 hingga 37,5 derajat Celcius," ucap dia.
Tetapi, suhu tersebut masih tergolong normal.
Selain itu, faktor lain yang menyebabkan cuaca panas dan terik terasa ialah aliran massa udara dingin dan kering yang bergerak dari Australia menuju wilayah Indonesia sebelah selatan garis ekuator.
Kondisi ini ditandai dengan adanya kelembaban udara kurang dari 60 persen di ketinggian 3.000 meter dan 5.000 meter dari permukaan tanah.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya