Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(newscientist.com)
Dream - Peneliti baru saja menemukan spesies semut dari zaman prasejarah. Semut kuno yang masuk kategori `semut neraka` ini memiliki anatomi tubuh yang sangat mengerikan.
Semut bernama latin Linguamyrmex vladi yang telah punah ini berasal dari Periode Kapur. Dinamakan semut vladi atau drakula, karena cara makannya tidak seperti semut semut modern.
Alih-alih memiliki mulut seperti semut pada umumnya, vladi mengandalkan bilah seperti pedang yang menghadap ke atas pada bagian rahang bawah (mandibula).

Tidak ada jenis semut lainnya yang memiliki anatomi mulut seperti vladi. Meski demikian, vladi memiliki rambut halus pada bagian mulutnya seperti pada semut pada umumnya.
Rambut halus itu fungsinya juga sama. Membantu rahang semut bergerak cepat saat mengunci mangsanya.
Selain bilah pedang yang mengerikan itu, vladi juga punya tambahan semacam tanduk di bagian mulutnya.
Anatomi vladi yang demikian menakutkan itu diungkap oleh Phillip Barden, seorang peneliti di New Jersey Institute of Technology di Newark, Amerika Serikat.
Barden dan rekan-rekannya menemukan seekor semut vladi yang terperangkap di dalam batu ambar yang diperkirakan berusia 98 juta tahun lalu.
Kehebatan vladi tidak sampai di situ saja. Melalui pemindaian CT Scan, Barden menemukan bahwa tanduk vladi diperkuat oleh lapisan metal.
" Mungkin lapisan metal itu berguna agar tanduk tidak rusak atau patah," kata Vincent Perrichot dari Universitas Rennes 1 di Perancis.
" Masuk akal juga, jika itu untuk memperkuat tanduk vladi," kata Barden. Sebab, tanduk vladi harus bisa menahan dampak berulang saat bilah pedang berusaha menusuk tubuh mangsa.
Beberapa serangga modern mengatasi masalah tersebut dengan cara yang sama, yaitu memperkuat mandibula mereka dengan logam seperti seng dan besi.
Barden mengatakan vladi menggunakan bilah pedang pada mulutnya untuk menusuk tubuh mangsa dan menyedot hemolymph, sebutan ilmiah untuk darah serangga.
Hemolymph tersebut kemudian dialirkan melalui saluran mirip tabung di antara mandibula. Sementara tanduk digunakan untuk menahan mangsa agar tidak bisa bergerak.
Cara makan vladi yang mirip drakula ini terjadi karena mulutnya tidak dirancang untuk mengunyah makanan, tapi menghisap darah korbannya.
(ism, newscientist.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya