Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
(Foto: Nationalgeographic/video Screenshot)
Dream - Penampakan dua 'malaikat laut' kawin melintasi perairan Samudera Arktik di lepas pantai Novaya Zemlya, sebuah kepulauan dekat utara Rusia, baru-baru ini terekam kamera.
Dalam video yang difilmkan oleh ahli biologi laut, Alexander Semenov, satu 'malaikat laut' terlihat jelas bergabung dengan yang kedua. Sepasang siput laut itu kemudian berenang melalui air sisi demi sisi dalam ritual kawin yang mengalir menyerupai tarian.
Ketika keduanya menemukan satu sama lain, mereka mengubah organ reproduksi dan menempelkan diri pada tubuh pasangan mereka dengan pengisap untuk tetap bersama selama proses kawin. Keterikatan ini meninggalkan bekas luka di tubuh mereka, dan beberapa 'malaikat laut' dewasa memiliki hingga empat bekas luka, yang bisa mengindikasikan ritual kawin yang sering terjadi.
Proses perkawinan bisa berlangsung sampai empat jam, dan saat terjadi, 'malaikat laut' akan tetap terhubung satu sama lain, berenang dengan anggun melalui air dengan bantuan keempat sayap mereka. Semenov mengatakan, ritual kawin ini tak mempengaruhi nafsu makan mereka, dan malaikat laut bisa berburu mangsa saat mereka saling terikat.
Setelah ritual kawin selesai, 'malaikat laut' bergerak dalam bentuk spiral untuk memutuskan hubungan.
"Makhluk miniatur ini adalah perenang yang sangat anggun. Menontonnya adalah kenikmatan yang sempurna," kata Semenov. "Mereka tampak mengapung di udara, perlahan melambaikan sayapnya."
© Dream
Malaikat laut, dinamakan demikian karena bentuknya menyerupai malaikat salju. Memiliki tubuh putih tembus pandang, panjang dengan struktur seperti sayap di kedua sisi mereka. Karena mereka semi transparan, mudah untuk melihat warna merah muda dan kuning dari struktur internal mereka.
Penampilan dan nama indah 'malaikat laut' menutupi "status" jenis mereka yang sebenarnya adalah sejenis siput laut di kelas gastropoda. Mereka menghuni perairan dingin Kutub Utara, Atlantik Subarctic, dan Samudera Pasifik, serta memangsa kupu-kupu laut atau sejenis siput laut kecil yang disebut Helicina Limacina. Beberapa malaikat laut bahkan telah mengembangkan tentakel kecil pada tbuh mereka untuk dapat menangkap mangsanya dan menahannya saat mereka makan.
Secara ilmiah bernama Clione Limacina, malaikat laut adalah hermaphrodites bertanduk besar, yang berarti berkelamin jantan dan betina sekaligus selama siklus hidup mereka, menurut Semenov. Malaikat laut muda dimulai sebagai jantan, mengembangkan telur saat mereka tumbuh menjadi makhluk dewasa. Malaikat laut dewasa memiliki telur dan spermatozoa di tubuh mereka.
© Dream
(Sumber: nationalgeographic.com)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari