Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Meninjau Kesiapan Dapur Katering Jemaah Haji Di Mekah (Foto: MCH)
Dream - Jelang kedatangan jemaah haji Indonesia, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Mekah mulai bersiap diri. Untuk memastikan layanan, Tim Daker Mekah mengecek kesiapan katering jemaah haji.
Satu dari 36 layanan katering yang diperiksa yaitu Bin Marta Catering. Perusahaan katering ini terletak di wilayah Jabal Nur, Mekah, Arab Saudi.
Kepala dapur Bin Marta Catering, Karma Senam Zain, mengatakan pihaknya menyiapkan 6.000 porsi tiap jam makan atau sebanyak 12 ribu porsi untuk makan siang dan malam untuk jemaah haji.
" Kami memiliki 7 juru masak, 6 tenaga penyiap bahan baku dan 30 tenaga pengemas makanan," ujar Karma di Mekah, Senin 23 Juli 2018.
Dengan jumlah karyawan itu dia optimistis mampu memenuhi target kerja yang diberikan Kementerian Agama.
Di dapur katering Bin Marta sudah tersedia sejumlah bahan baku asal Indonesia. Mulai dari kecap, saus dan bumbu-bumbu.
" Bahkan ada pula nangka muda, daun salam, dan jeruk purut khas Indonesia," kata Kadaker Mekah, Endang Jumali.
" Ada pula tempe dan buncis," ujar dia menambahkan.
Endang berharap jemaah tak perlu membawa uang berlebih saat menunaikan ibadah haji. " Insya Allah terkait makan tak perlu khawatir," ucap dia.
Kasi Katering Daker Mekah, Evy Nuryana, memastikan adanya pengawasan bahan baku, peralatan dan juru masak.
" Alhamdulillah dari 36 katering rata-rata sudah siap, sementara bahan baku akan dilengkapi paling lambat hari ini (Senin)," ujar dia.
Terkait mekanisme kontrol yang dilakukan, Evy memberikan perhatian lebih pada aspek produksi dan distribusi makanan. " Jemaah Indonesia akan mendapat makan siang dan makan malam selama 20 hari," terang Evy.
Selama proses haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armina), jemaah haji akan mendapatkan 16 kali makan. Rinciannya, 15 kali makan berat dan sekali snack selama 5 hari antara tanggal 8-12 Zulhijah.
" Jelang puncak Armina, layanan katering dihentikan karena Mekah sudah sangat padat sehingga tidak memungkinkan distribusi,” kata Evy.
Pada periode itu, jemaah dapat membeli makanan secara mandiri.
Laporan jurnalis Dream, Maulana Kautsar, dari Tanah Suci
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya