Meski Umroh Sudah Dibuka, Kepastian Haji 2022 Masih Tunggu Keputusan Saudi

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 14 Januari 2022 10:00
Meski Umroh Sudah Dibuka, Kepastian Haji 2022 Masih Tunggu Keputusan Saudi
Hanya tersisa lima bulan untuk persiapan apabila dihitung dengan kondisi normal.

Dream - Penyelenggaraan ibadah haji musim 1443 H/2022 M hingga saat ini belum ada kepastian meski umroh bagi jemaah Indonesia sudah dibuka. Pemerintah masih menunggu keputusan resmi dari Arab Saudi.

" Kepastian tentang ada tidaknya penyelenggaraan ibadah haji pada tahun 1443 H/2022 M sepenuhnya menjadi kewenangan Pemerintah Arab Saudi," ujar Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa'adi.

Menurut Zainut, koordinasi dengan sejumlah otoritas terus dilakukan sejak tahun lalu. Seperti pada November 2021, Kemenag telah berbicara dengan para pejabat teras Saudi mengenai kemungkinan penyelenggaraan ibadah haji dan umroh di tahun ini.

Seluruh pertemuan itu menghasilkan kesimpulan belum ada kepastian dari Kerajaan Saudi soal haji. Sehingga, Zainut belum dapat memberikan pernyataan resmi.

" Sampai dengan saat ini, kepastian tentang ada atau tidaknya penyelenggaraan ibadah haji pada tahun 1443 H/2022 M belum dapat diperoleh," kata dia.

Dalam sejumlah pertemuan itu, terang Zainut, pihaknya juga membahas kemungkinan kuota jemaah haji yang diberikan Saudi kepada Indonesia. Kuota baru akan diberikan setelah terjadi penandatanganan nota kesepakatan antara otoritas dari dua negara.

" Pemerintah Arab Saudi menyampaikan bahwa belum dapat melakukan pembicaraan terkait dengan penyelenggaraan haji," kata dia.

1 dari 3 halaman

Waktu Mepet

Jika berpatokan pada kondisi normal, kata Zainut, jadwal keberangkatan jemaah haji kloter pertama diperkirakan berlangsung pada 5 Juni 2022. Melihat waktu yang tersisa, maka hanya ada 5 bulan untuk persiapan.

" Mengingat ruang lingkup pelayanan penyelenggaraan ibadah haji yang begitu luas, maka waktu yang tersisa sangat terbatas sehingga berbagai persiapan harus segera dilakukan," kata dia.

Meski belum bisa dipastikan, Kemenag berharap sejumlah persiapan bisa berjalan sedari awal. Salah satunya soal biaya haji.

" Di antaranya persiapan pembahasan biaya penyelenggaraan ibadah haji tahun 1443 H/2022 M," terang Zainut, dikutip dari Merdeka.com.

2 dari 3 halaman

Jaga Jarak Ditiadakan Pada Penerbangan Haji 2022

Dream - Kementerian Agama telah memulai pembahasan persiapan penyelenggaraan haji musim 1443 H/2022 M meski belum ada keputusan resmi mengenai nasib ibadah ini. Pembicaraan sudah dilakukan dengan beberapa pihak, di antaranya maskapai.

Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa'adi, mengatakan pihaknya telah berbicara dengan tiga maskapai penyedia jasa perjalanan ibadah haji yaitu Garuda Indonesia, Saudia Airlines, dan Flynas. Salah satu bahan pembicaraan yaitu berlaku tidaknya prokotol kesehatan jaga jarak dalam penerbangan haji.

" Terkait kebijakan ada tidaknya social distancing (jaga jarak) dalam penerbangan haji tahun 1443 H/2022 M sepenuhnya diserahkan kepada Pemerintah Indonesia," ujar Zainut saat rapat bersama Komisi VIII DPR.

Zainut juga menyatakan keputusan juga sudah diambil. Menurut dia, tidak akan diberlakukan jaga jarak dalam penerbangan haji tahun ini.

" Dalam kaitan ini kami mengambil kebijakan bahwa dalam penerbangan haji tahun 1443 H/2022 M tidak diterapkan social distancing," kata dia.

 

3 dari 3 halaman

Prokes Lain dan Vaksinasi Dikuatkan

Meski begitu, prokes lain akan diperkuat. Seperti kewajiban vaksinasi Covid-19 dengan dosis lengkap bagi calon jemaah haji.

" Penerapan protokol kesehatan yang ketat dengan pertimbangan seluruh jemaah haji telah mendapatkan vaksinasi Covid-19," ucap dia.

Selain itu, tes Covid-19 juga akan menjadi syarat wajib. Tes akan diberlakukan tiga tahap sejak jemaah berangkat hingga pulang ke Indonesia.

" Jemaah haji dilakukan swab sebelum berangkat, sebelum kelulangan, dan setelah tiba di Tanah Air," ucap Zainut, dikutip dari Merdeka.com.

Beri Komentar