MH370 Diyakini Masih dalam Keadaan 'Utuh'

Reporter : Sandy Mahaputra
Sabtu, 15 Agustus 2015 15:05
MH370 Diyakini Masih dalam Keadaan 'Utuh'
Pesawat MH370 itu mengambang sejenak sebelum tenggelam dalam bentuk masih utuh. Ini penjelasan teori tersebut.

Dream - Pakar komunikasi satelit Malaysia Zaaim Redha Abdul Rahman meyakini pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang masih berada dalam 'bentuknya yang utuh' dan terdampar di dasar wilayah selatan Samudera Hindia.

Teorinya menyatakan kemungkinan bahwa pesawat itu 'mengambang sebentar' sebelum akhirnya tenggelam dalam keadaan utuh.

" Saya percaya pesawat itu telah kehabisan bahan bakar, jatuh ke laut dengan daya dorong perlahan. Dengan demikian, saya berpikiran bahwa badan pesawat tetap utuh," kata Zaaim Redha dikutip Dream dari laman Bernama, Sabtu 15 Agustus 2015.

Setelah MH370 dilaporkan hilang, ia segera membantu untuk membaca dan membuat kesimpulan tentang bacaan data penerbangan tersebut yang diperoleh dari satelit dioperasikan oleh Inmarsat, sebuah perusahaan komunikasi satelit bumi yang berbasis di Inggris.

Berdasarkan analisis data satelit Inmarsat antara MH370 dengan stasiun di bumi, para peneliti menyimpulkan pesawat itu telah hilang di selatan Samudera Hindia.

Dalam sebuah wawancara dengan Bernama baru-baru ini, Zaaim Redha mengatakan teorinya yang menyatakan pesawat itu jatuh ke dalam laut didukung oleh penemuan flaperon sepanjang dua meter baru-baru ini di Pulau Reunion yang terletak di Samudra Hindia. Puing tersebut diyakini sebagai bagian dari pesawat MH370 yang hilang.

" Flaperon tersebut hanya mengalami sedikit kerusakan dan hanya diselimuti teritip. Kondisinya menunjukkan tidak terpisah dari badan pesawat secara kasar. Malah bekas potongan pada serpihan itu tampak seolah-olah terpisah dengan rapi di bagian tepian sayap," kata Zaaim.

Menguraikan tentang ukuran puing yang ditemukan ternyata konsisten dengan dampak kecelakaan. Zaaim Redha memberi contoh kecelakaan pesawat Germanwings Flight 9525 di Alpen Perancis pada Maret tahun ini, di mana tidak ada serpihan yang melebihi satu kaki (sekitar 0,3 meter) disebabkan oleh efek terhempas yang kuat.

" Jika MH370 telah jatuh dengan keras, kita akan menemukan banyak serpihan kecil dari pesawat itu terapung di atas air begitu kecelakaan itu terjadi. Sehingga, flaperon yang ditemukan tidak mungkin akan berada dalam bentuk potongan besar. Kita mungkin hanya menemukan potongan kecilnya saja," ujarnya.

Ia yakin setelah terjun ke dalam lautan, pesawat MH370 itu 'mengambang sejenak' sebelum tenggelam dalam bentuk masih utuh'.

Menurut dia, adalah tidak mustahil juga untuk sebuah pesawat mengambang di permukaan air seperti dibuktikan oleh US Airways 1549, yang terpaksa melakukan pendaratan darurat di Sungai Hudson setelah bertabrakan dengan sekelompok burung sehingga menyebabkan kedua mesin jetnya mati pada Januari 2009.

" Ada juga kemungkinan bahwa pesawat (MH370) telah tenggelam jauh ke dasar laut untuk beberapa lama sebelum flaperon (bagian dari sayap pesawat) itu terpisah.

" Begitu juga dengan bagian-bagian lain yang terpisah dan terapung akibat arus air yang kuat, sebelum dipukul ombak lalu hanyut sampai ke pantai pulau-pulau seperti Reunion," katanya.

Tentang kemungkinan jika flaperon itu telah mengambang di permukaan air sejauh lebih 4.000 kilometer sebelum berakhir di Pulau Reunion, Zaaim Redha mengatakan kondisi itu adalah wajar berdasarkan kondisi arus lautan.

" Berdasarkan pola bumi berputar, besar kemungkinan bagian pesawat dapat terapung (lebih jauh) karena arus laut bisa menjadi sangat kuat" .

Beri Komentar