Serpihan Pesawat MH370 Sengaja Tak Ditemukan?

Reporter : Sandy Mahaputra
Minggu, 19 Juli 2015 10:05
Serpihan Pesawat MH370 Sengaja Tak Ditemukan?
Para ahli bidang penyelamatan pesawat angkat bicara, mengapa perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam misi pencarian tak pernah menemukan serpihan MH370.

Dream - Misi pencarian pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 di sebelah selatan Samudera Hindia yang hilang sejak Maret tahun lalu, diprediksi berakhir dengan sia-sia.

Hal itu diungkapkan para ahli bidang penyelamatan pesawat yang mengklaim perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam misi pencarian itu 'sengaja' mengabaikan serpihan pesawat.

Menurut para ahli, kapal yang digunakan untuk mencari pesawat tersebut telah melewatkan serpihan MH370 karena menggunakan sonar secara salah, menurut laporan Express, Inggris.

Saat ini hanya ada satu kapal yang mencari badan pesawat MH370 yang membawa 239 orang yang hilang pada 8 Maret tahun lalu.

Bahkan para ahli menyebut perusahaan yang disewa hanya mementingkan kecepatan daripada ketelitian dalam melakukan pencarian.

Mike Williamson, presiden perusahaan pencarian dan penyelamatan Williamson & Associates, mengatakan gambar sonar yang diambil oleh kapal perusahaan Belanda, Fugro NV yang ditunjuk oleh pemerintah Australia dalam misi tersebut, merekam beberapa gambar hitam besar yang dipercaya serpihan pesawat MH370.

Namun Williamson mengatakan, tim Fugro mengabaikan area gelap tersebut karena lokasi dasar laut itu terletak di daerah pegunungan dan memiliki banyak hambatan. Tetapi serpihan pesawat MH370 itu kemungkinan besar terpendam di lokasi tersebut.

" Jika mereka (Fugro) menyadari bahwa ada area pencarian yang tidak sepenuhnya dieksplorasi, maka misi untuk menemukan pesawat MAS itu adalah sia-sia dan perlu dilakukan kembali," katanya.

Seorang ahli dalam kasus kecelakaan, Geoff Dell yang kini mengajar di Universitas Central Queensland mengatakan, tim Fugro mungkin mengabaikan atau tidak melihat serpihan pesawat tersebut yang berada jauh di dasar laut.

Kompetensi Fugro juga dipertanyakan sejumlah ahli bidang penyelamatan pesawat, termasuk peranti dan teknologi yang mereka gunakan.

Steven Saint Amour, ahli pengangkatan bangkai pesawat yang berbasis di Annapolis, Maryland, AS mengatakan sangat aneh jika mereka (Australia) menyewa perusahaan yang tidak memiliki aset dan rekam jejak yang baik.

Namun Fugro nampaknya tak peduli dengan kritik yang dilontarkan oleh para ahli tersebut.

" Saya tidak peduli dengan argumen-argumen itu. Kami hanya fokus pada pekerjaan kami," kata Paul Kennedy, direktur pencarian Fugro.

Beri Komentar