Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Kegiatan Konferensi Pers Pembukaan Pameran Seni “Understanding Cancer Through Art” Di Jakarta
DREAM.CO.ID – Memperingati Hari Kanker Sedunia, MSD Indonesia - perusahaan biofarmasi global yang berkomitmen pada inovasi kesehatan, bersama Yayasan Kanker Indonesia (YKI) kembali menggelar pameran seni bertajuk “ Understanding Cancer Through Art” pada 4-8 Februari 2026 di MGP Space, SCBD Park. Menampilkan lebih dari 64 karya seni dari penyintas kanker dan caregiver, pameran ini mengajak publik melihat kanker dari sisi yang lebih manusiawi - melalui empati, memahami perjuangan, serta menumbuhkan dukungan dan harapan.
© Dream
Pameran ini resmi dibuka oleh Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas Kementerian Kesehatan RI, dr. Niken Wastu Palupi, MKM yang hadir mewakili Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin. Pembukaan turut dihadiri oleh Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI), Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD-KHOM, FINASIM, FACP; Managing Director MSD Indonesia, George Stylianou; serta Alika Islamadina, publik figur yang juga berperan sebagai caregiver.
Dalam sambutannya, Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas Kementerian Kesehatan RI, dr. Niken Wastu Palupi, MKM menyampaikan, “ Kanker merupakan salah satu prioritas kesehatan nasional yang membutuhkan pendekatan menyeluruh dan berkelanjutan. Pemerintah terus mendorong upaya penanganan kanker secara komprehensif melalui implementasi National Cancer Control Plan 2024–2034 untuk memperkuat skrining dan deteksi dini. Namun disaat yang sama, kita juga perlu membangun pendekatan yang lebih humanis dan empatik dalam memahami kanker. Saya mengapresiasi kolaborasi lintas sektor yang dilakukan MSD dan Yayasan Kanker Indonesia dalam meningkatkan pemahaman masyarakat dan menumbuhkan solidaritas bagi para pasien kanker melalui pameran seni ini. Terima kasih pada MSD Indonesia yang telah menyatakan komitmennya dalam mendukung peningkatan kesehatan masyarakat dan menjalin kemitraan yang baik bersama Kementerian Kesehatan, salah satunya melalui kegiatan inovatif seperti pameran hari ini.”
Kanker masih menjadi tantangan kesehatan serius di Indonesia. Data GLOBOCAN 2022 mencatat lebih dari 408.000 kasus baru dan hampir 243.000 kematian dalam satu tahun. Padahal, hingga 50 persen kasus kanker sebenarnya dapat dicegah. Tanpa penguatan pencegahan dan deteksi dini, jumlah kasus kanker diperkirakan akan meningkat lebih dari 70 persen pada 2050.
Menanggapi tantangan tersebut, Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI), Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD-KHOM, FINASIM, FACP, menegaskan bahwa kanker bukan hanya persoalan medis, tetapi persoalan kemanusiaan yang menguji seluruh sisi kehidupan. “ Di balik diagnosis, banyak pasien dan penyintas kanker menjalani hari-hari yang berat—bergulat dengan rasa takut, stigma, dan kesepian. Karena itu, YKI percaya penyembuhan tidak hanya terjadi di ruang perawatan, tetapi juga di ruang-ruang harapan. Melalui seni—melukis, menari, bernyanyi, dan berbagai ekspresi kreatif—para pejuang kanker menemukan kembali suara, martabat, dan makna hidupnya. Seni menjadi bagian vital dari perjalanan mereka, agar tak seorang pun melawan kanker sendirian.”
© Dream
Sejalan dengan semangat tersebut, Managing Director MSD Indonesia, George Stylianou menegaskan komitmen jangka panjang MSD dalam membangun pemahaman publik tentang kanker. “ Di MSD, kami dipersatukan oleh visi bersama bahwa para penyandang kanker layak mendapatkan lebih banyak pilihan penanganan untuk melawan kanker mereka, kualitas hidup yang lebih baik, dan lebih banyak waktu. Kanker bukanlah satu‑satunya cerita dalam kehidupan seorang pasien, melainkan sebuah bab dalam perjalanan hidupnya. Melalui #NgobrolinKanker, kami ingin membuka ruang percakapan yang aman, inklusif, dan penuh empati di tengah masyarakat.”
Sebagai bagian dari kampanye edukatif #NgobrolinKanker, MSD Indonesia dan YKI untuk kedua kalinya menghadirkan “ Understanding Cancer Through Art” yang kali ini mengusung tema United by Unique – No One Should Face Cancer Alone. Pameran ini menampilkan lebih dari 64 karya seni dari penyintas kanker, keluarga, dan caregiver dalam berbagai medium.
© Dream
Figur publik sekaligus caregiver, Alika Islamadina turut membagikan pengalaman pribadinya setelah mengunjungi pameran. “ Setiap karya di pameran ini terasa sangat personal. Saya teringat pengalaman mendampingi nenek saya yang berpulang. Dukungan dari seluruh anggota keluarga menjadi hal yang sangat berarti. Saya berharap, lewat pameran ini, semakin banyak orang tergerak untuk hadir dan memberi dukungan bagi mereka yang sedang berjuang.”
Pameran ini menghadirkan empat zona interaktif yang menggambarkan perjalanan batin para penyintas kanker:
Titik Awal Perjuangan - menyajikan momen awal penyintas menerima vonis, hingga tekad untuk bertahan dan menemukan harapan baru.
Bicara dan Dengarkan - menampilkan proses penyintas membuka percakapan, berbagi cerita, dan saling mendengar untuk memahami perjalanan mereka.
Perspektif yang Berubah - merefleksikan penerimaan dan kekuatan batin, memaknai perjuangan dan kebersamaan dengan orang-orang tercinta.
Perjuangan Kolektif - menegaskan bahwa melawan kanker adalah perjalanan bersama, diperkuat oleh empati, dukungan, dan solidaritas untuk menumbuhkan harapan.
Lebih dari sekadar pameran seni, rangkaian kegiatan ini juga diisi dengan talk show edukatif dan seminar kesehatan ‘Ngobrolin Kanker’, yang membahas berbagai isu seputar kanker paru, payudara, pencernaan, serviks, hingga mitos dan fakta seputar kanker.
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih


6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya