Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Pelajar Berkerudung Orange Dengan Mimik Serius Di Sekolah ADRA Di Afghanistan (Foto: Shutterstock)
Dream - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mempertegas posisi Indonesia dalam upaya penciptaan perdamaian di Afghanistan. Hal ini untuk meyakinkan kelompok Taliban agar mau menghadiri pertemuan ulama tiga negara (Indonesia, Afghanistan, dan Pakistan) untuk membicarakan proses perdamaian di Afghanistan.
“Ada kesan dari pihak Taliban seakan-akan Indonesia menjadi kepanjangan pemerintah Afghanistan dan kekuatan asing, khususnya Amerika Serikat,” ujar Ketua MUI Bidang Luar Negeri Muhyiddin Junaidi kepada Anadolu Agency di Jakarta, Senin, 12 Maret 2018.
Ulama kelompok Taliban menolak hadir pada pertemuan yang digelar akhir Maret nanti. Ini karena mereka menuduh Indonesia membawa kepentingan Pemerintah Afghanistan.
"Kita tidak pro pemerintah Afghanistan dan juga Taliban,” kata Muhyiddin.
Saat ini MUI masih mengkaji penolakan Taliban. Muhyiddin ingin memastikan penolakan tersebut merupakan pernyataan resmi atau jawaban spontan.
“Atau [penolakan] ini hanya test the water untuk mengetahui respon jika Taliban tidak ikut,” ucap Muhyiddin.
Hingga kini MUI masih tetap berencana mengundang langsung kelompok Taliban dan menjelaskan maksud pertemuan tiga ulama tersebut. Tetapi, rencana tersebut masih menunggu sinyal dari Pemerintah Pakistan yang banyak memberikan tempat kepada Ulama Taliban.
“Pakistan memegang kartu truf,” kata Muhyiddin.
Dikabarkan sebelumnya, Taliban telah menyuarakan penolakan terhadap pertemuan ulama tiga negara yang akan digelar di Jakarta.
"Dengan memberikan legitimasi kepada pemerintahan di Kabul dan dengan upaya propagandanya, AS ingin menipu negara-negara Muslim. Pertemuan para ulama di Indonesia atau beberapa negara Islam lainnya merupakan langkah yang menyesatkan," ujar Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid, Sabtu, 10 Maret 2018.
(Beq/Sah)
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
