MUI Desak Indonesia Respons Kekerasan di Sri Lanka

Reporter : Maulana Kautsar
Senin, 12 Maret 2018 06:01
Ketua MUI Bidang Luar Negeri Muhyiddin Junaidi meminta Menlu Retno Marsudi memanggil Duta Besar Sri Lanka untuk Indonesia.

Dream - Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta pemerintah merespons kekerasan yang menewaskan sejumlah Muslim di Sri Lanka. Bila diperlukan, pemerintah diimbau tak ragu melayangkan surat ke pemerintah Sri Langka. 

“ Indonesia tidak boleh diam. Menteri Luar Negeri harus segera memanggil Duta Besar Sri Lanka,” jelas Ketua MUI Bidang Luar Negeri Muhyiddin Junaidi kepada Anadolu Agency, di Jakarta, Jumat, 9 Maret 2018.

Muhyiddin menegaskan Indonesia tidak perlu ragu menyurati Sri Lanka jika memang kekerasan terus berlanjut. Sebab, kata Muhyiddin, kasus kekerasan terhadap minoritas Muslim di Sri Lanka bukan kali pertama terjadi.

“ Kita harus minta informasi kepada Sri Lanka mengenai kondisi umat Islam di sana,” jelas Muhyiddin.

Muhyiddin menilai kejadian terbaru di Sri Lanka tak lepas dari lingkaran kekerasan yang terus berlangsung di Myanmar. Dari pandangannya, kondisi kekerasan pada etnis muslim di negara yang dulu bernama Burma itu tak menunjukan adanya perubahan

“ Wajar Indonesia harus bersikap lebih keras,” kata Muhyiddin.

Muhyiddin meminta agar kelompok agama radikal menghentikan kekerasan terhadap umat Islam.

Selama tiga hari, tercatat lebih dari 200 rumah, tempat usaha, dan kendaraan dirusak. Meski begitu, menurut kabar yang belum bisa dikonfirmasi, angka kerugian ini bisa jadi lebih tinggi karena beberapa insiden kecil masih terus terjadi.

Pemerintah Sri Lanka pada Rabu, 7 Maret 2018 telah memblokir beberapa platform sosial media populer seperti Facebook, Viber dan WhatsApp untuk meredam ujaran kebencian dan pesan berantai yang menargetkan komunitas Muslim.

(Sah)

 

Beri Komentar
Sosok Inspiratif di Balik Patung Lapangan Banteng Jakarta