Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Politisi Myanmar Aung San Suu Kyi
Dream - Militer Myanmar kembali melancarkan kudeta. Sejumlah pemimpin politik, termasuk Aung San Suu Kyi dan sang Presiden, Win Myint, ditahan setelah kediamannya digerebek militer pada Senin, 1 Februari 2021.
Suu Kyi hingga saat ini berstatus tahanan rumah. Jaringan internet dan telepon di Ibu Kota Myanmar, Naypyitaw, diputus.
Stasiun televisi Myanmar Visual Television serta kantor berita Myanmar Visual Radio tidak menyiarkan siaran reguler mereka pada pagi hari.
Juru Bicara NLD, Myu Nyunt, membenarkan penangkapan tersebut yang terjadi saat pagi-pagi sekali. Tidak hanya dua tokoh sentral dalam politik, sejumlah pejabat senior Partai Liga Demokrasi Nasional Myanmar (NLD) juga turut ditahan militer.
"Saya ingin memberi tahu orang-orang kami untuk tidak menanggapi dengan gegabah dan saya ingin mereka bertindak sesuai dengan hukum," kata dia.
Myu Nyunt menduga dirinya juga akan ditahan oleh militer. Dia menegaskan militer sedang melancarkan kudeta.
Kudeta ini dipicu kemenangan telak NLD yang dipimpin Suu Kyi pada pemilu 13 November 2020. Hasil pemilu ditetapkan NLD meraup 322 kursi di badan legislatif bikameral sehingga memiliki kewenangan untuk membentuk pemerintahan.
Pada 28 Januari 2021, Komisi Pemilihan Umum Myanmar menetapkan pemilu 13 November 2020 berjalan secara adil dan transparan. Ini merupakan pemilu bebas ke dua usai puluhan tahun Myanmar dikuasai militer.
Pernyataan ini sebagai respon atas tudingan juru bicara militer (Tatmadaw) yang disampaikan pada 26 Januari 2021. Pihak militer menolak untuk mengesampingkan kemungkinan kudeta, sementara sehari kemudian Panglima Militer Myanmar Min Aung Hlaing melontarkan gagasan pencabutan konstitusi negara.
Myu Nyunt segera bereaksi atas gagasan tersebut. Dia menegaskan partainya tidak akan diam terhadap ancaman kudeta yang dijalankan militer.
"Tidak pantas bagi militer untuk mendorong klaim (kemenangannya) setelah hasil pemilu telah disertifikasi. Apa pun yang mereka lakukan, harus sejalan dengan undang-undang yang ada," kata Myu Nyunt.
Sumber: Liputan6.com/Teddy Sri Setio Berty
Advertisement


Sudah Makan tetapi Masih Lapar? Ini 7 Penyebab yang Perlu Anda Ketahui

Jangan Remehkan Obrolan Basa-Basi, Ternyata Bisa Bantu Mengurangi Kesepian dan Menjaga Kesehatan


Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
