Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Setelah mendapat izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan serta fatwa halal Majelis Ulama Indonesia, pemerintah mulai menjalankan vaksinasi Covid-19 dengan vaksin CoronoVac buatan Sinovac.
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan, usai vaksinasi perdana kepada Presiden Joko Widodo pada Rabu, 13 Januari 2021, penerima vaksin berikutnya adalah tenaga kesehatan (nakes). Budi menyatakan akan menggencarkan sosialisasi vaksinasi agar para nakes bersedia divaksin.
" Kita memang harus melakukan, mensosialisasikan, sehingga nakes itu siap untuk divaksinasi," ujar Budi saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XI disiarkan channel YouTube TV Parlemen.
Budi telah mengajukan permohonan kepada Presiden Joko Widodo untuk mengajak asosiasi tenaga kesehatan menggiatkan sosialiasi kepada para nakes.
" Supaya para nakes merasa nyaman untuk disuntik," kata dia.
Budi menjelaskan saat ini sudah ada 1,468 juta nakes dalam database Direktorat Jenderal PPSDM Kemenkes sebagai pendaftar vaksinasi. Sedangkan jumlah keseluruhan nakes di Indonesia mencapai 3 juta.
Pendaftaran dapat dilakukan melalui sms, whatsapp, web dan aplikasi. Sedangkan apabila ada nakes yang belum terdaftar dapat menghubungi layanan 199.
Selanjutnya, Budi menerangkan sebenarnya ada tujuh jenis vaksin Covid-19. Tetapi Pemerintah hanya menggunakan empat jenis atas dasar pertimbangan kesiapan dan harga yang cocok yaitu Sinovac, Pfizer & BioNtech, AstraZeneca, dan Novavac.
Jenis dari Sinovac bisa digunakan untuk rentang usia mulai dari 18-59 tahun berdasarkan uji klinis tahap ketiga di Bandung. Sedangkan untuk usia 60 ke atas bisa menggunakan vaksin dari Pfizer dan AstraZaneca.
Nantinya Vaksin Sinovac sudah jadi yang datang ke Indonesia hanya 3 juta dosis. Sedangkan 122 juta dosis lain didatangkan dalam bentuk bahan baku yang akan diolah di PT Biofarma menjadi vaksin.
Laporan: Yuni Puspita Dewi
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya