Komnas HAM: Tak Ada Pelanggaran HAM Berat dalam Penembakan 6 Laskar FPI

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Kamis, 14 Januari 2021 19:00
Komnas HAM: Tak Ada Pelanggaran HAM Berat dalam Penembakan 6 Laskar FPI
Tidak menemukan pelanggaran HAM Berat dari kasus penembakan 6 Laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek.

Dream - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan tidak menemukan pelanggaran HAM berat dalam kasus penembakan enam laskar Front Pembela Islam (FPI) di KM50 Tol Jakarta-Cikampek.

" Kami menyampaikan sinyalemen beredar bahwa ini dikatakan, diasumsikan sebagai pelanggaran HAM berat. Kami tidak menemukan indikasi ke arah itu," kata Ketua Komnas HAM, Taufan Damanik, Kamis 14 Januari 2021.

Menurut Taufan Damanik, pelanggaran HAM berat memiliki indikator tertentu, seperti adanya rencana atau perintah terstruktur.

" Untuk disebut sebagai pelanggaran HAM berat tentu ada indikator, ada kriteria, misalnya ada satu perintah yang terstruktur, terkomando, dan lain-lain, termasuk juga indikator isi, ruangan, kejadian, dan lainnya," katanya.

1 dari 3 halaman

Tidak Ada Pelanggaran HAM

Namun dalam penyelidikan, Taufan menyatakan tidak menemukan kriteria pelanggaran HAM berat dalam kasus tersebut.

" Tidak kita temukan (kasus HAM berat), karena itu memang kami berkesimpulan ini merupakan satu pelanggaran HAM karena ada nyawa yang dihilangkan," katanya.

Meski demikian, Taufan mengingatkan ada pelanggaran HAM di peristiwa di Tol Cikampek. Sehingga merekomendasikan kasus tewasnya laskar FPI dibawa ke peradilan pidana.

" Kami rekomendasikan agar dibawa ke peradilan pidana untuk membuktikan apa yang kita indikasikan sebagai unlawful killing," katanya.

Sumber: merdeka.com

2 dari 3 halaman

Alasan Komnas HAM Tetapkan Penembakan 6 Anggota Laskar FPI Pelanggaran HAM

Dream - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menetapkan insiden penembakan enam anggota Laskar FPI sebagai pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Sejumlah temuan didapat Komnas HAM yang mengarah pada kesimpulan tersebut.

" Bahwa terjadinya pembuntutan terhadap MRS (Muhammad Rizieq Shihab) oleh Polda Metro Jaya merupakan bagian dari penyelidikan kasus pelanggaran terhadap protokol kesehatan yang diduga dilakukan oleh MRS," ujar Komisioner Komnas HAM, Mohammad Choirul Anam, dikutip dari Merdeka.com.

Anam menyatakan didapati fakta telah terjadi pengintaian dan pembuntutan dilakukan oleh pihak di luar kepolisian. Sedangkan terkait dengan tewasnya enam anggota laskar FPI, terdapat dua konteks peristiwa berbeda.

" Insiden sepanjang Jalan Internasional Karawang Barat sampai diduga mencapai KM 49 Tol Cikampek yang menewaskan dua orang Laskar FPI subtansi konteksnya merupakan peristiwa saling serempet antar mobil dan saling serang antara petugas dan Laskar FPI, bahkan dengan menggunakan senjata api," kata Anam.

3 dari 3 halaman

Terjadi Unlawfull Killing

Sedangkan dalam insiden di Tol Jakarta-Cikampek KM50, Anam menyebut sebenarnya masih ada empat orang anggota Laskar FPI masih hidup. Mereka dalam penguasaan petugas resmi negara namun malah ditemukan tewas.

Dari fakta itulah, Komnas HAM berkesimpulan telah terjadi pelanggaran HAM. Anam menyebut telah terjadi upaya pembunuhan yang bertentangan dengan hukum

" Penembakan sekaligus terhadap empat orang dalam satu waktu tanpa ada upaya lain yang dilakukan untuk menghindari semakin banyaknya jatuh korban jiwa mengindikasikan adanya unlawfull killing terhadap keempat anggota Laskar FPI," kata dia.

Beri Komentar