Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Berhenti Makan Gula Bikin Pusing dan Mudah Marah? Ini Cara Meredakan Gejalanya
Mengapa Sulawesi Dikenal dengan Nama Celebes? Begini Asal-usul Nama yang Dipakai Bangsa Eropa
Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym
IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor
(Arab News)
Dream - Ojek adalah salah satu bentuk transportasi yang penting di Mekah selama bulan Ramadan.
Selain mudah ditemukan, ojek bisa bernavigasi di tengah kemacetan di sekitar Masjidil Haram.
Meskipun ada angkutan umum, banyak jemaah umrah lebih suka menggunakan ojek karena dianggap praktis dan cepat sampai tujuan.
Namun banyak tukang ojek yang menarik tarif tak masuk akal. Selain itu, mereka juga sering menyerempet bahaya dengan mengendarai motor secara sembrono dan kadang melanggar aturan jalan satu arah.
Polisi lalu lintas Mekah pun turun melakukan tindakan pengamanan dengan menyamar sebagai jemaah. Meski pun demikian, polisi merasa kewalahan untuk mengontrol para tukang ojek karena jumlahnya terlalu besar.
Selama ini, jemaah yang akan menghabiskan 10 hari terakhir di Bulan Suci di Mekah ditarik tarif yang tinggi dan tidak sebanding dengan jarak yang ditempuh.
Untuk perjalanan dengan jarak 5 km, jemaah ditarik hingga 500 riyal atau sekitar Rp 1,7 juta. Tarif ini tidak sebanding dengan tiket pesawat yang bisa ditebus 300 riyal atau sekitar Rp 1 juta.
Imran Al-Yazidi, salah satu tukang ojek di sekitar Masjidil Haram, mengatakan beberapa rekannya yang mengangkut jemaah umrah memasang tarif selangit. Mereka beralasan musim seperti Bulan Ramadan adalah kesempatan untuk meraup keuntungan yang tinggi.
Dia menambahkan, tukang ojek tidak memaksa jemaah untuk naik. Tapi mereka lebih memilih naik sepeda motor sehingga bisa ke mana-mana dengan bebas meski sudah mengetahui bahaya.
(Sumber: Arab News)
Advertisement
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan


Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif

8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor

Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis