Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Dream - Penyidik Kepolisian Daerah Bali terus menelusuri keterlibatan orang lain dalam aksi keji pembunuhan berencana terhadap Angeline (Engeline). Penelusuran itu utamanya terhadap dua kakak angkat Angeline, Yvonne Caroline Megawe dan Christina Telly Megawe.
" Dari awal, dari sejak tanggal 10 Juni kami menemukan jenasah Angeline, kami sudah mencurigai orang yang dekat dengan Angeline. Makanya (kedua kakak angkat Engeline) kita mintai keterangan," kata Kapolda Bali, Inspektur Jenderal Ronny F Sompie, Selasa 30 Juni 2015.
Ronny mengakui jika penyidik masih menelusuri peran keduanya dalam kasus pembunuhan Angeline. Itu sebabnya, kata dia, hingga kini penyidik masih terus meminta keterangan keduanya. " Kami masih terus berupaya melakukan proses penyidikan," ujar Kapolda.
Hanya saja, hingga kini kepolisian belum menemukan dugaan keterlibatan keduanya dalam skenario pembunuhan bocah mungil tersebut. " Peran anak kandung Nyonya MM (Margriet Megawe) belum kita dapatkan pembuktiannya, apakah ada perannya dalam kasus ini," kata Ronny.
Meski mencurigai keduanya terlibat dalam aksi bejat tersebut, hingga kini Ronny mengaku belum ada alat bukti yang dapat menyeret mereka menyusul ibu kandungnya.
" Kecurigaan itu tanpa dilengkapi alat bukti. Tanpa alat bukti, kita tidak bisa menetapkan seseorang sebagai tersangka. Sementara ini kita belum mendapatkan bukti permulaan yang cukup selain Nyonya MM (Margriet Megawe) dan Ags (Agus)," ujarnya.
Diketahui, salah satu dari kakak angkat Angeline itu membuatkan akun Facebook dan menggalang dana sejak kali pertama Angeline dinyatakan hilang pada 16 Mei lalu.
" Masih kita analisa apa saja yang kita dapatkan sebagai fakta itu. Kita masih analisis, apakah hal itu sangat berkaitan dengan perbuatan yang menyebabkan meninggalnya korban," ucapnya.
Soal pembuatan akun Facebook, Kapolda tengah menelitinya dengan cermat, apakah masuk dalam bagian skenario pengaburan pembunuhan Angeline atau tidak.
" Kita harus bedakan tempo waktu kejadian dengan fakta tadi. Fakta itu kapan terjadinya. Apakah itu kelanjutan dari fakta sebelumnya, itu harus dicari benang merah yang menghubungkan yaitu, alat bukti," ujar dia.
" Tanpa alat bukti, maka kita tidak bisa menetapkan seseorang sebagai tersangka. Kami memiliki kewenangan, tapi tidak bisa sewenang-wenang menetapkan orang sebagai tersangka. Demikian juga yang kami lakukan terhadap Nyonya MM (Margriet Megawe) dan Ags (Agus)," kata jenderal bintang dua itu.
Mantan Kadiv Humas Mabes Polri berjanji jika kelak ditemukan alat bukti permulaan cukup untuk menetapkan pihak lain sebagai tersangka, maka penyidik tak akan ragu menetapkan.
Hanya saja, ia memastikan jika telah mengetahui rekam jejak kakak angkat Angeline. " Rekam jejak sudah diperiksa, termasuk percakapan telepon yang diteliti oleh ahli IT (Informasi Teknologi)" .
Laporan: Barry Putra
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya

Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya