Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Pantau Dokter Terpapar Covid-19, Satgas Bentuk Tim Khusus

Reporter : Ahmad Baiquni
Minggu, 27 Desember 2020 17:02
Pantau Dokter Terpapar Covid-19, Satgas Bentuk Tim Khusus
Keselamatan dokter dan tenaga kesehatan menjadi perhatian pemerintah.

Dream - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 membentuk tim khusus terdiri dari gabungan pakar, dokter, maupun relawan kesehatan. Tim ini ini bertugas melakukan pemantauan terhadap para dokter yang terpapar Covid-19.

" Untuk memonitoring kualitas penanganan dokter yang terinfeksi dan hal pendukung yang dilakukan dalam proses perawatan," ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito.

Wiku menegaskan keselamatan dokter dalam penanganan Covid-19 menjadi perhatian besar Pemerintah.

Demikian pula dengan para perawat, tenaga kesehatan di rumah sakit maupun klinik, petugas laboratorium dan lainnya yang terlibat langsung dalam penanganan Covid-19.

 

 

1 dari 5 halaman

Tak Pernah Libur

Mereka tidak libur dalam penanganan Covid-19. Semata demi memastikan keselamatan masyarakat.

" Maka dari itu, mari kita hargai kerja keras tenaga kesehatan dan berkomitmen untuk bekerja sama meringankan beban mereka," kata Wiku.

Lebih lanjut, Wiku meminta masyarakat selalu patuh pada protokol kesehatan agar tidak tertular Covid-19 yang menambah beban tenaga kesehatan. Juga agar tidak menjadi pasien positif Covid-19.

" Ini menjadi upaya dalam mengurangi angka kasus aktif," ucap dia.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

2 dari 5 halaman

Tak Ada Toleransi Atas Lonjakan Kasus Aktif Covid-19

Dream - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, menegaskan, tidak ada toleransi atas lonjakan yang terjadi pada kasus aktif Covid-19. Kasus aktif tercatat telah melampaui level 100 ribu menandakan terjadinya penularan cukup cepat.

" Ini menunjukkan bahwa tren peningkatan kasus aktif cepat terjadi. Ini adalah hal yang tidak dapat ditoleransi," ujar Wiku.

Pergerakan data kasus aktif menunjukkan tren mengkhawatirkan. Dalam waktu satu bulan sejak November hingga Desember 2020, kasus aktif telah tembus level 100 ribu.

Dilihat dari penambahan kasus aktif baru harian, maka dalam satu bulan rata-rata bertambah antara 10 ribu hingga 30 ribu kasus. Padahal, penambahan sebanyak ini yang terjadi sebelumnya membutuhkan waktu selama tiga bulan, tepatnya antara Mei-Juli.

" Grafik kasus ini bukan hanya sekedar angka, namun merefleksikan jumlah nyawa manusia. Naik atau turunnya grafik ini ada di tangan kita semua. Setiap kenaikan grafik ini berpotensi menimbulkan kematian," ucap Wiku.

3 dari 5 halaman

Daerah Harus Evaluasi Penanganan dan Fasilitas Kesehatan

Wiku juga menyoroti data kematian. Dalam sepekan, tingkat kematian naik 3,0 persen. Kenaikan ini didominasi data dari lima provinsi yaitu Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, Sumatera Barat, dan Lampung.

Masih tingginya kematian pasien, kata Wiku, disebabkan penanganan fasilitas kesehatan yang belum memenuhi standar sehingga tidak bisa ditangani dengan cepat dan efektif. Dia pun meminta provinsi-provinsi dengan kematian tertinggi segera mengevaluasi penanganan sekaligus fasilitas pelayanan kesehatan.

" Lakukan penanganan yang maksimal untuk meningkatkan peluang kesembuhan. Ingat, satu nyawa yang hilang sangatlah berharga," kata Wiku, dikutip dari Covid19.go.id.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

4 dari 5 halaman

Selain Pandemi, Satgas Covid-19 Imbau Libur Natal di Rumah Karena Cuaca Ekstrem

Dream - Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo, mengajak masyarakat mengisi libur Natal 2020 dengan beraktivitas di rumah saja. Khusus untuk Umat Kristiani, Doni juga mengajak merayakan Natal tanpa harus keluar rumah.

" Saya mengajak kita semua untuk menikmati liburan kali ini dengan aman dan nyaman dan lebih baik di rumah saja," ujar Doni disiarkan channel YouTube BNPB.

Doni mengatakan liburan di luar rumah berpotensi menimbulkan kerumunan yang berisiko menularkan Covid-19. Dia mengingatkan saat ini pandemi belum berakhir.

" Ancaman Covid-19 masih berlangsung," kata Doni.

 

 

5 dari 5 halaman

Ingatkan Cuaca Ekstrem

Jika harus mengisi liburan di luar rumah, Doni berpesan agar masyarakat menerapkan protokol kesehatan dengan penuh kedisiplinan. Masyarakat harus memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumumam serta mencuci tangan dengan sabun di air mengalir.

Selain itu, Doni juga mengingatkan potensi cuaca ekstrem terjadi dalam dua hingga tiga pekan ke depan berdasarkan data BMKG. Sehingga, seluruh masyarakat diharuskan mewaspadai ancaman bencana akibat cuaca ekstrem.

" Kita juga harus mengikuti peringatan dari BMKG yaitu cuaca ekstrem sampai dengan awal tahun 2021," ucap Doni.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar