Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Susah Dapat Tabung, Pasien Covid-19 Dirawat di Bawah Pohon Biar Hirup Oksigen

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 20 Mei 2021 09:01
Susah Dapat Tabung, Pasien Covid-19 Dirawat di Bawah Pohon Biar Hirup Oksigen
Mereka terbaring di bawah pohon ketika sesak, berharap dapat meningkatkan kadar oksigen.

Dream - Di sebuah desa di utara India yang dilanda Covid-19, orang-orang positif terpaksa berbaring di dipan bawah pohon dengan tabung infus tergantung di dahan. Sapi-sapi berkeliaran bebas dan peralatan medis berserakan di tanah.

Tidak ada dokter atau fasilitas kesehatan di Mewla Gopalgarh, sebuah desa di negara bagian terpadat di India, Uttar Pradesh, 90 menit berkendara Delhi, Ibu Kota India. Ada rumah sakit Pemerintah di dekatnya tetapi tidak memiliki tempat tidur yang tersedia.

Sementara penduduk desa mengaku tidak mampu membayar biaya perawatan di klinik swasta. Sebaliknya, praktisi pengobatan alternatif desa mendirikan klinik terbuka untuk mendistribusikan infus dan pengobatan lain kepada pasien dengan gejala Covid-19.

Beberapa orang percaya, berbaring di bawah pohon neem, yang dikenal dengan khasiat obatnya, akan meningkatkan kadar oksigen mereka. Tidak ada dasar ilmiah untuk keyakinan ini atau untuk beberapa solusi lain yang ditawarkan.

" Ketika orang mengalami sesak, mereka harus pergi ke bawah pohon untuk meningkatkan kadar oksigen," ujar salah satu warga, Sanjay Singh.

 

1 dari 6 halaman

Banyak Sekarat, Malah Pilih Pengobatan Alternatif

Ayah Singh berusia 74 tahun meninggal beberapa hari lalu setelah terserang demam. Singh mengatakan ayahnya tidak dites dan meninggal dalam dua hari.

" Orang-orang sekarat dan tidak ada yang menjaga kami," katanya.

Gelombang kedua infeksi yang menghancurkan India, bahkan membuat Delhi kewalahan, menjadi pengalaman buruk terutama pada masyarakat pedesaan. Ini mengingat fasilitas kesehatan di pedesaan India sangat minim.

Perdana Menteri Narendra Modi, yang menghadapi kritik karena gagal mempersiapkan langkah menghadapi gelombang kedua, mengatakan dalam pidatonya pekan lalu, pandemi menyebar dengan cepat di desa-desa. Dia pun mendesak orang-orang untuk tidak mengabaikan gejalanya.

" Lakukan tes, isolasi diri Anda dan mulai pengobatan tepat waktu," kata Modi.

 

2 dari 6 halaman

Potret Masyarakat Pedesaan

Tetapi di desa ini, orang-orang berusaha sebaik mungkin. Seorang wanita meminjam tabung oksigen dari tetangga yang kondisinya sedikit membaik.

" Sebenarnya, belum ada tes Covid-19. Kami telah mencoba tetapi mereka mengatakan kepada kami bahwa mereka tidak memiliki cukup staf," kata Mantan Kepala Desa Mewla Gopalgarh, Yogesh Talan, 48 tahun.

Kasus Covid-19 di India terus menerus menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. Bahkan jumlah kematian harian di India saat ini telah mencapai 4.000 lebih.

Sumber: Straits Times

3 dari 6 halaman

Covid-19 Belum Teratasi, India Kini Hadapi Infeksi Jamur Mematikan

Dream - Perjuangan India menangani tsunami Covid-19 menjadi lebih berat. Ini akibat munculnya ancaman baru berupa infeksi jamur hitam yang mematikan.

Dunia kedokteran mengenal infeksi ini dengan Mukormikosis. Infeksi yang timbul bisa sangat fatal dan sulit diobati.

Kasus infeksi ini ditemukan di sejumlah pasien yang berjuang melawan Covid-19. Rata-rata, pasien Covid-19 yang terkena infeksi ini meninggal dunia.

Beberapa tenaga medis India mencatat terjadinya lonjakan cukup besar infeksi jamur hitam. Jauh lebih besar dibandingkan dengan kondisi saat Covid-19 belum melanda India.

" Dokter di India melaporkan bahwa jumlah kasus mukormikosis telah meningkat tajam dan rumah sakit yang lebih besar mendiagnosisnya pada pasien setiap dua hari," ujar profesor untuk penelitian translasi di European Excellence Center for Invasive Fungal Infections di Cologne, Jerman, Oliver Cornely, dikutip dari Deutsche Welle.

 

4 dari 6 halaman

Infeksi Mukormikosis

Mukormikosis merupakan infeksi disebabkan oleh sejenis jamur yang dikenal dengan mukormisetes. Jamur ini menyebarkan infeksi melalui spora yang terhisap melalui saluran pernapasan.

Dalam kondisi normal, pengobatan infeksi sering dilakukan dengan metode operasi. Dampaknya, wajah penderita menjadi rusak akibat ada bagian yang harus dipotong untuk mencegah pembusukan meluas.

Sementara selama pandemi di India, kasus infeksi jamur hitam tercatat banyak ditemukan pada pasien Covid-19. Spora yang terhirup akan menyerang sinus atau paru-paru.

Jamur Mukormisetes hidup di tanah dan bahan organik yang membusuk. Di antaranya pada daun tumpukan kompos, atau kayu busuk.

Spora jamur ini dapat menempel pada orang yang sedang berjuang melawan infeksi atau sedang menjalani pengobatan. Infeksi dari jamur menurunkan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi.

 

5 dari 6 halaman

Penderita Diabetes Rentan Terkena Infeksi

Tingkat risiko yang sangat tinggi ditemukan pada pasien yang memiliki riwayat diabetes. Kualitas udara yang buruk di India memicu jamur cepat berkembang biak.

Jamur kebanyakan menginfeksi area permukaan tubuh seperti kulit.  Jamur juga dapat menginfeksi bagian dalam tubuh yang bersentuhan dengan udara.

Saat orang menghirup spora jamur, spora masuk ke sinus dan menyebar ke saluran udara lebih dalam di tubuh.

“ Jamur bermula di sinus dan menyebar melalui selaput lendir ke dalam tulang. Itu juga dapat berlanjut melalui tulang ke mata, rongga mata, otot dan saraf," kata Cornely

Ketika itu terjadi, ahli bedah seringkali harus mengangkat seluruh mata untuk menyelamatkan nyawa pasien. Ini adalah operasi radikal, tetapi dipandang sebagai satu-satunya cara bagi dokter untuk mengangkat jaringan yang terinfeksi.

" Jamur juga bisa menginfeksi otak," kata Cornely.

Jika itu terjadi, hampir selalu berakibat fatal. Tergantung seberapa cepat dan seberapa baik pasien menerima pengobatan. Angka kematian berada di antara 50-90 persen.

 

6 dari 6 halaman

Gejalanya Tampak Umum

Gejala awal infeksi jamur hitam seringkali tampak umum, berupa mata merah atau hidung memerah. Kemudian, pasien mungkin mengalami keluarnya cairan dari hidung berdarah atau hitam, mungkin juga demam dan mungkin mengalami kesulitan bernapas.

Penting untuk menangani mukormikosis sedini mungkin. Tetapi dokter seringkali lambat mengenali gejala dan infeksinya, dan mengambil tindakan yang tepat.

" Tidak ada keraguan bahwa para dokter di India cukup berpengalaman untuk mengenali mukormikosis, tetapi bahkan mereka biasanya tidak akan sering melihat infeksi seperti itu, seperti setiap hari atau setiap hari," kata Cornely.

" Tapi justru itulah situasi yang mereka hadapi sekarang," kata dia. (mut)

Beri Komentar