Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Kondisi KBRI Yaman Usai Pemboman (seskab.go.id)
Dream - Kondisi konflik di Yaman semakin memanas. Pemboman di Sana'a kemarin membuat pemerintah fokus mempercepat penyelamatan WNI di Yaman.
Insiden pemboman tersebut mendapat perhatian dari Presiden Joko Widodo. Melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, Presiden Jokowi meminta Menlu Retno Marsudi memberikan penanganan semaksimal mungkin.
" Presiden telah menginstruksikan kepada Menlu RI Retno agar semua pihak yang terimbas oleh kejadian ini mendapatkan penanganan yang baik," ujar Pratikno, seperti dikutip dari laman Seskab.go.id, Selasa, 21 April 2015.
Terkait insiden pemboman sendiri yang berimbas pada rusaknya gedung Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Yaman di Sana'a, Presiden Jokowi menyampaikan rasa keprihatinan. Meski tidak terlibat, Gedung KBRI turut terkena imbasnya.
" Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menyatakan keprihatinannya atas kejadian tersebut karena KBRO seharusnya bukan menjadi sasaran serangan konflik bersenjata," kata Pratikno.
Serangan yang ditujukan pada sasaran berupa depot amunisi di Sana'a terjadi kemarin menimbulkan korban berupa warga setempat. Tidak hanya itu, sejumlah fasilitas umum pun hancur.
Saat ledakan terjadi, terdapat 17 WNI yang terdiri dari staf diplomat dan beberapa pengungsi di KBRI Sana'a. Dua orang staf diplomatik dan satu orang WNI dilaporkan mengalami luka ringan.
Para WNI tersebut segera dievakusi ke rumah dinas Duta Besar di Sana'a. Sesudah di sana, para WNI tersebut diusahakan secepatnya dapat pindah menuju Hudaidah. (Ism)
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama


3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan