Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, menyebut bahwa pemerintah telah memeriksa 14.354 spesimen dari 300 rumah sakit rujukan yang menangani virus corona di Indonesia. Data itu dia ambil pada 6 April 2020 pukul 08.00 WIB.
" Kami sudah melakukan pemeriksaan 14.354 spesimen untuk PCR real time. Ini dilaksanakan dari spesimen yang dikirim lebih dari 300 lebih rumah sakit rujukan Covid-19, baik pemerintah, rumah sakit BUMN, rumah sakit TNI, Polri, maupun swasta," kata Yurianto, Selasa, 7 April 2020.
Hasil pemeriksaan tersebut diantaranya menjadi pasien positif baru yaitu, 247 pasien. " Penambahan confirm pemeriksaan ada 247 orang, total menjadi 2.738 orang," kata dia.
Gugus Tugas mencatat hingga saat ini kasus positif COVID-19 tercatat di 32 provinsi dengan rincian yaitu di Provinsi Aceh lima kasus, Bali 43 kasus, Banten 194 kasus, Bangka Belitung dan Bengkulu masing-masing dua kasus, Yogyakarta 41 kasus, dan DKI Jakarta 1.369 kasus.
Selanjutnya di Jambi dua kasus, Jawa Barat 343 kasus, Jawa Tengah 133 kasus, Jawa Timur 194 kasus, Kalimantan Barat 10 kasus, Kalimantan Timur 31 kasus, Kalimantan Tengah 20 kasus, Kalimantan Selatan 18 kasus dan Kalimantan Utara 15 kasus.
Kemudian di Kepulauan Riau sembilan kasus, NTB 10 kasus, Sumatera Selatan 16 kasus, Sumatera Barat 18 kasus, Sulawesi Utara delapan kasus, Sumatera Utara 26 kasus, Sulawesi Tenggara tujuh kasus.
Adapun di Sulawesi Selatan 127 kasus, Sulawesi Tengah lima kasus, Lampung dan Riau masing-masing 12 kasus, Maluku Utara dan Maluku masing-masing satu kasus, Papua Barat dua kasus, Papua 26 kasus, serta dua kasus positif di Sulawesi Barat.
Dia mengatakan, penularan virus corona atau Covid-19 di masyarakat masih terus terjadi. Untuk itu, dia mengingatkan masyarakat agar beraktivitas di dalam rumah. Masyarakat juga diminta memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak saat berkomunikasi.
Dream - Juru bicara pemerintah untuk percepatan penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan, ada penambahan pasisen positif Covid-19.
Data tersebut diambil dari catatan sejak 6 April 2020 pukul 12.00 hingga 7 April 2020 pukul 12.00.
" Kita dapatkan penambahan kasus baru konfirm pemeriksaan PCR Covid-19 sebanyak 247 orang. Sehingga total 2.738 orang," kata Yuri, Selasa, 7 April 2020.
Sementara itu kasus pasien yang sembuh bertambah 12 orang. Dengan penambahan itu total pasien sembuh berjumlah 204 orang.
Yuri menyebut, kasus pasien meninggal bertambah menjadi 12 orang. Dengan penambahan ini, total pasien yang meninggal berjumlah 221 orang.
Yuri mengimbau, masyarakat waspada melihat penambahan ini. Sebab, masih ada penularan Covid-19 yang dilakukan orang tanpa gejala di tengah-tengah masyarakat.
Untuk itu, Yuri mengajak masyarakat patuh dengan imbauan pemerintah untuk disiplin cuci tangan menggunakan sabun di air mengalir, menggunakan masker, menjaga jarak aman saat interaksi, dan tinggal di rumah. Yuri juga mengajak masayrakat memathui aturan pembatasn sosial berskala besar.
" Patuhi semua ketentuan. tidak perlu mempertimbangkan pulang kampung hari ini. Insya Allah dengan cara ini dengan cepat kita bisa menghentikan laju Covid-19." ucap dia.
" Mari bersama-sama melindungi diri kita sendiri, melindungi keluarga kita, melindungi tetangga kita, melindungi orang tua kita, melindungi sanak saudara kita, melindungi warga kota kita, dan mellindungi bangsa kita." ujar dia.
Dream - Direktur Jenderal Layanan Kesehatan Kementerian Kesehatan, Bambang Wibowo, mengatakan beberapa Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Indonesia ikut menyediakan layanan pemeriksaan COVID-19 melalui uji antibodi (rapid test) dan pengambilan sampel cairan di tenggorokan (throat swab).
" Salah satu peran yang dilakukan puskesmas adalah melakukan screening (pemeriksaan, red) terhadap COVID-19. Metode screeening yang dilakukan adalah hasil penelusuran terhadap masyarakat yang diduga kontak erat dengan kasus COVID-19 yang positif," kata Bambang, Selasa, 7 April 2020.
Sebelum uji antibodi atau tes swab dilaksanakan, petugas puskesmas akan melakukan wawancara dan pemeriksaan epidemiologi terlebih dahulu ke pasien.
Jika hasil pemeriksaan awal menunjukkan ada indikasi kuat COVID-19, petugas puskesmas akan mengambil darah pasien untuk diuji tingkat antibodi-nya melalui rapid test.
" Pengambilan darah dapat dari pembuluh kapiler atau ujung jari. Cara lain adalah melalui swab pada tenggorokan maupun pangkal hidung kemudian dilakukan pemeriksaan di laboratorium. Hasilnya akan diinformasikan kemudian apakah bapak/ibu positif atau negatif," kata dia.
Bambang menambahkan pasien hasil rapid test yang dinyatakan positif corona namun tidak menunjukan gejala berat, akan disarankan untuk mengisolasi diri dari rumah. Langkah itu dilakukan karena keterbatasan tenaga kesehatan dan kapasitas layanan di puskesmas serta sejumlah rumah sakit untuk menangani pasien Covid-19.
" Puskesmas dan rumah sakit setempat akan memberi edukasi, informasi, dan monitor mengenai apa yang harus dilakukan bapak/ibu semua melalui pemanfaatan handphone secara online," ujar dia.
Pemerintah melaporkan per Senin, 6 April 2020, jumlah kasus positif Covid-19 mencapai 2.491 pasien. Dari angka itu, 192 di antaranya dinyatakan sembuh, sementara 209 lainnya meninggal dunia.
DKI Jakarta masih jadi provinsi dengan jumlah pasien positif Covid-19 terbanyak, yaitu 1.232 kasus. Dari jumlah itu, 65 pasien sembuh dan 99 wafat.
Dream - Dokter asal Malaysia, Musa Mohd Nordin, mengungkapkan kekhawatirannya dengan kondisi Indonesia di tengah wabah virus corona. Dia menyebut kasus Covid-19 di Indonesia seperti bom waktu dan dapat berimbas ke Malaysia.
" Saya khawatir dengan Indonesia, Indonesia seperti bom, hanya kita tidak tahu kapan meledaknya," ujar Musa dalam wawancara di stasiun televisi Astro Awani yang diunggah di YouTube.
Dalam wawancara itu, Musa juga meminta Pemerintah Malaysia menunjukkan contoh dan tegas dalam bertindak. Dia juga memberikan beberapa rekomendasi penanganan Covid-19.
Rekomendasi pertama yaitu Pemerintah Malaysia memberikan teladan terkait physical distance. Kemudian, ia meminta adanya lockdown total untuk lokasi hotspot Covid-19 supaya tidak ada oknum yang keluar wilayah.
" Hotspot ini mesti kita lockdown 100 persen dengan Perintah Kawalan Pergerakan yang lebih kuat," ujar Musa.
Dia juga meminta Pemerintah Malaysia memperketat perbatasan dengan Indonesia. Ini untuk mengantisipasi adanya pergerakan orang dari Malaysia ke Indonesia maupun sebaliknya.
Pekan lalu, Kementerian Kesehatan Malaysia mengungkapkan data terkait presentase kematian akibat virus corona di Indonesia merupakan tertinggi di Asia. Bahkan tertinggi kedua di dunia setelah Italia.
Sumber: Liputan6.com/Tommy Kurnia
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya