Dunia Sorot Meninggalnya 25 Dokter Indonesia Akibat Corona

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Rabu, 8 April 2020 12:00
Dunia Sorot Meninggalnya 25 Dokter Indonesia Akibat Corona
Tingkat kematian di Indonesia tertinggi di Asia dan di luar China.

Dream - Sejumlah media luar negeri menyorot kasus pandemi virus corona di Indonesia. Sorotan itu terjadi setelah Indonesia mengumumkan 218 kasus baru pada Senin lalu. Angka itu merupakan jumlah kasus harian tertinggi yang pernah diumumkan.  

Harian Malaysiakini dan Sin Chew Daily misalnya, mereka juga memuat laporan yang menyatakan setidaknya ada 25 dokter di Indonesia meninggal akibat menangani Covid-19. Sedangkan kasus positif terkini, pada Senin lalu, bahkan sudah mencapai angka 2.738 pasien dengan angka kematian 221 orang, persentase tingkat kematian tertinggi di Asia selain di China.

Meningkatnya jumlah dokter yang meninggal mendapat kritikan tajam dari banyak pihak. Banyak yang menyatakan kasus tersebut terjadi akibat kurangnya perlindungan bagi para profesional kesehatan yang bekerja di Indonesia, terutama yang menangani kasus Covid-19.

Juru Bicara Perhimpunan Dokter Indonesia, Halik Malik, mengonfirmasi kematian para dokter tersebut dengan melakukan kampanye untuk para dokter yang sekarat dengan sebutan " menuju langit."

" Risiko pekerja medis terinfeksi selalu ada, tetapi intinya adalah pekerja medis perlu dilindungi dengan cara apapun," kata Malik, dikutip dari World Of Buzz.

Hal ini mengingatkan pada janji Presiden Joko Widodo pada rapat kabinet yang menyatakan Alat Pelindung diri (APD) telah didistribusikan di seluruh negeri. Meskipun tergantung pada pejabat daerah yang memantau kedatangan stok APD untuk rumah sakit.

Sementara itu, Badan Intelijen Negara (BIN) telah memperkirakan kasus corona di Indonesia dapat mencapai angka 100 ribu pada bulan Juli ketika virus memuncak.

1 dari 5 halaman

Penelitian: Virus Corona Bisa Hidup di Masker Selama 7 Hari

Dream - Sebuah temuan yang mengejutkan diungkapkan sebuah penelitian di University of Hong Kong (HKU). Disebutkan bahwa virus corona baru yang menyebabkan Covid-19 bisa menempel pada masker selama satu minggu.

Laporan itu, yang diterbitkan dalam jurnal medis The Lancet pada Kamis, 2 April 2020, menyebutkan para peneliti HKU menguji berapa lama virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19 bertahan di dalam suhu ruangan di berbagai permukaan benda.

Hasilnya, pada permukaan kertas cetak dan tisu, virus corona baru bisa bertahan kurang dari tiga jam. Sementara pada permukaan kayu dan kain - seperti pada kain katun jas laboratorium - virus corona baru bisa mati dalam dua hari.

Sementara pada permukaan kaca dan uang kertas virus masih hidup pada hari ke dua, tetapi sudah hilang pada hari ke empat.

2 dari 5 halaman

Menempel di Masker Selama 7 Hari

Namun pada permukaan baja tahan karat (stainless steel) dan plastik, SARS-CoV-2 mampu bertahan hidup selama empat hingga tujuh hari.

Yang mengejutkan adalah virus yang belum ada obatnya ini mampu bertahan hidup di lapisan luar masker bedah selama satu minggu.

" Inilah sebabnya mengapa mereka yang menggunakan masker tidak boleh menyentuh bagian luarnya. Karena saat menyentuh, tangan akan tercema. Jika Anda menyentuh mata, maka virus bisa berpindah ke mata," kata Malik Peiris, ahli virus di HKU.

3 dari 5 halaman

Hanya dalam Lingkup Laboratorium

Penelitian itu juga mengungkapkan bahwa pada semua jenis permukaan, konsentrasi virus berkurang dengan cukup cepat seiring berjalannya waktu.

Namun para peneliti mengingatkan bahwa hasil pengamatan mereka 'tidak mencerminkan potensi penularan virus melalui kontak biasa'.

Karena keberadaan virus dalam penelitian itu terdeteksi oleh alat laboratorium, bukan menempel pada jari dan tangan seperti halnya dalam kehidupan sehari-hari.

4 dari 5 halaman

Sering Cuci Tangan dengan Sabun

Temuan dari HKU ini menambah daftar tindakan pencegahan apa yang harus diambil saat membawa barang-barang seperti bahan makanan ke dalam rumah.

Mencuci tangan dengan sabun tetap menjadi cara paling efektif dalam daftar tindakan pencegahan virus corona.

Menurut Leo Poon Lit, salah satu penulis penelitian, secara teori pembungkus bahan makanan bisa mengandung virus hidup yang bisa menyebabkan penularan.

" Jika ingin melindungi diri, cukup dengan menjaga kebersihan. Mencuci tangan dengan sabun sesering mungkin dan cobalah untuk tidak menyentuh wajah, mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dahulu," katanya.

5 dari 5 halaman

Virus Corona Rentan Terhadap Disinfektan Rumah Tangga

Penelitian ini juga menemukan bahwa disinfektan rumah tangga biasa, seperti sabun dan cairan pembersih, efektif dalam membunuh virus corona penyebab Covid-19.

" SARS-CoV-2 bisa sangat stabil di lingkungan yang menguntungkan, tetapi juga rentan terhadap metode disinfeksi standar," kata penelitian tersebut.

Beri Komentar