Imbauan Polri Waspada Modus Rampok Lewat Disinfektan, Hoaks?

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Rabu, 8 April 2020 06:02
Imbauan Polri Waspada Modus Rampok Lewat Disinfektan, Hoaks?
Beredar pesan berantai, menyebutkan imbauan untuk berhati-hati terkait modus perampokan lewat penyemprotan disinfektan.

Dream - Kabar terkait modus rampok di tengah pandemi Covid-19 kian beredar di media sosial. Kabar perampokan ini pertama kali disebarkan melalui akun Facebook Guinevere Tan pada 30 Maret 2020 lalu.

Pada akun facebook Guinevere Tan mengunggah sebuah gambar berlatar sejumlah anggota polisi yang sedang duduk, sambil memperhatikan telepon genggamnnya masing-masing.

Ia menulis sebuah narasi tentang adanya modus perampokan yang sedang terjadi ditengah pandemi virus corona covid-19. Berikut narasinya yang dikutip dari Liputan6.com

" Assalamualaikum sekilas info..

Kalau ada yang suruh bka pintu...buat semprot virus corona jangan mau dibukakan pintunya, itu mereka adalah perampok, Mereka akan bilang: alasannya dari pemerintah program semprot kumat biar steril. Jangan di ijinkan, jika tidka ada pemberitahuan RT/RW setempat. Informasikan kepada anggoa keluarga lain.

HATI-HATI, MODUS BARU YANG MEMANFAATKAN SITUASI SAAT INI. Bantu share trm ksh."

Akun Facebook Guinevere Tan juga menambahkan narasinya.

" Kmrn dr group. Hati2 guys," tulis akun Facebook Guinevere Tan.

Konten yang diunggahnya kemudian mendapat respons dari banyak warganet dengan 227 kali dibagikan dan mendapat beberapa komentar dari warganet.

 

1 dari 3 halaman

Penelusuran Fakta

Cek Fakta yang dilakukan Liputan6.com kemudian menelisik tentang adanya modus perampokan, yang menyamar sebagai petugas penyemprotan disinfektan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Raden Prabowo Argo Yunowo, telah memberikan imbauan untuk berwaspada terkait kejahatan dengan modus berpura-pura menjadi petugas disinfektan.

Menurutnya, imbauan itu telah tercatat dalamsurat telegram (ST) bernomor ST/1098/IV/HUK.1./2020 yang ditandatangani oleh Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Komjen Listyo Sigit Prabowo.

" Ya benar, ada aturan kegiatan selama pandemik ini. Berkaitan dengan TR Kapolri yang diteken Kabareskrim, berkaitan penanganan kejahatan selama PSBB. Berkaitan street crime, melawan petugas, itu juga bisa ya," kata Argo.

Penelurusan selanjutnya dilakukan menggunakan situs pencari Google Search dengan memasukan kata kunci " rampok wabah corona"

 

2 dari 3 halaman

Pesan Berantai

Cek Fakta Liputan6.com kemudian mendapatkan artikel berjudul " Cek Fakta: Pesan Berantai Waspada Rampok di Tengah Wabah Corona, Ini Faktanya"  yang diunggah oleh Liputan6.com pada 10 Maret 2020.

Liputan6.com, Jakarta - Wabah virus corona dilaporkan sudah sampai ke Indonesia. Saat ini sudah ada 27 orang yang dinyatakan positif virus corona. Di tengah mewabahnya virus corona, beredar pesan berantai mengenai waspada perampokan bermodus petugas medis penyakit corona.

Pesan berantai ini beredar di aplikasi percakapan WhatsApp sejak 9 Maret 2020 lalu. Berikut narasinya:

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh

Woro woro katur

Sedulur kulo sedoyo

Kalau ada yang suruh buka pintu buat semprot virus corona jangan main dibukakan pintunya, mereka itu adalah perampok, Mereka akan bilang : alasannya dari pemerintah program semprot kuman biar steril. Jangan di ijinkan, jika tidak ada pemberitahuan dari RT / RW setempat. Informasikan kepada anggota keluarga lain. *HATI-HATI, MODUS BARU YANG MEMANFAATKAN SITUASI SAAT INI SEMOGA BERMANFAAT BAGI SAUDARAKU SEMUA TERIMA KASIH*

 

3 dari 3 halaman

Hasil Penelusuran

Cek fakta Liputan6.com menelusuri kebenaran pesan berantai yang viral tersebut. Penelusuran dilakukan menggunakan situs pencari google dengan memasukkan kata kunci " perampokan corona" .

Hasilnya terdapat beberapa artikel yang menjelaskan mengenai imbauan polisi di Aceh mengenai modus perampokan di tengah mewabahnya virus corona.

Liputan6.com mendapat keterangan dari Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Ery Apriyono. Ia membenarkan bahwa pihaknya mengeluarkan imbauan kepada warga agar waspada terhadap modus perampokan yang menyamar sebagai petugas medis virus corona.

" Sifatnya imbauan dari Polri," kata Ery kepada Liputan6.com, Selasa (10/3/2020).

Ery menambahkan, hingga kini pihaknya belum menemukan adanya kasus perampokan dengan modus menyamar sebagai petugas medis. Namun, masyarakat tetap diminta waspada. Ery memastikan bahwa pesan berantai yang sudah terlanjur viral itu bukan bersumber dari Polri.

" Sejauh ini belum ada," ucap dia.

Ery kemudian memberikan siaran pers yang berisi tentang imbauan antisipasi perampokan bermodus tenaga medis penyakit corona. Berikut isinya:

KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

DAERAH ACEH

BIDANG HUBUNGAN MASYARAKAT

SIARAN PERS

TENTANG :

POLDA ACEH HIMBAU ANTISIPASI KEJAHATAN BARU, PURA-PURA JADI TENAGA MEDIS PENYAKIT CORONA

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Ery Apriyono, S. I. K., M. Si, dalam siaran persnya, Senin (9/3), menyebutkan saat ini ada modus kejahatan baru dengan berpura-pura jadi tenaga kesehatan (medis), padahal tujuannya untuk melakukan kejahatan seperti perampokan atau pencurian.

Ini sudah terjadi di daerah lain di luar Aceh. Mereka menyamar berpura-pura menjadi tenaga medis datang ke rumah-rumah masyarakat dengan alasan untuk melakukan penyemprotan terhadap virus COVID 19 atau virus Corana, setelah itu baru melakukan aksi kejahatan baik perampokan atau pencurian, kata Kabid Humas.

Kabid Humas menghimbau masyarakat bila ada tamu yang datang ke rumah yang mencurigakan segera laporkan kepada tetangga atau kepala desa atau perangkat desa lainnya. Dan bila perlu laporkan kepada pihak keamanan terdekat, kata Kabid Humas.

Selain itu, pihak Kepolisian dalam hal ini adalah Dit Samapta bersama jajarannya seiring dengan ada modus operandi kejahatan baru ini akan meningkatkan patroli untuk mengantisipasi dan penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan ini, kata Kabid Humas lagi.

Banda Aceh, 9 Maret 2020

Dikeluarkan oleh Bidhumas Polda Aceh

Pesan berantai berisi imbauan aksi perampokan di tengah mewabahnya virus corona diduga berasal dari sumber yang tidak terverifikasi.

Polri sebagai aparat penegak hukum tidak pernah menerbitkan imbauan melalui pesan berantai. Namun, Polri tetap meminta masyarakat waspada terhadap aksi kejahatan di tengah mewabahnya virus corona."

Kesimpulan yang didapat, kabar tentang adanya modus perampokan di tengah wabah corona memang belum terjadi. Kabar tersebut hanya merupakan imbauan polisi agar masyarakat lebih waspada terhadap kejahatan bermodus petugas penyemprotan disinfektan.

Sumber: Liputan6.com/Hanz Jimenez Salim

Beri Komentar