Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi
Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Beberapa pramugari maskapai penerbangan Taiwan, Eva Air, dipaksa oleh penumpang pria untuk membantu melepas pakaian dalamnya. Tak hanya itu, sang penumpang juga meminta para pramugari membersihkan punggungnya.
Insiden itu terjadi di penerbangan jarak jauh dari Los Angeles, Amerika Serikat, ke Taiwan, pada 19 Januari 2019. Dikutip dari laman Asia One, Rabu 23 Januari 2019, kabar itu viral setelah diunggah ke media sosial Facebook oleh Jeff Lin.
Salah satu pramugari, bernama belakang Kuo, mengadakan konferensi pers pada 21 Januari 2019. Kuo membeberkan masalah yang dialaminya tersebut.

Penumpang meminta dibersihkan punggungnya (Foto: Asia One)
Menurut Kuo, insiden itu bermula ketika penumpang, yang mengalami obesitas dan menggunakan kursi roda, memberi tahu mereka tengah membutuhkan bantuan untuk pergi ke toilet karena lengan kanannya terluka.
Tidak lama setelah para pramugari membantunya ke toilet, pria itu memaksa agar pramugari juga melepas pakaian dalamnya, yang sudah ditarik ke bawah setengah.
Meskipun pramugari itu menolak, lelaki itu tetap memaksa. Para kru hanya bisa mengabulkan permintaannya.
Tetapi, adegan itu bukan akhir dari cobaan para pramugari. Lelaki itu kembali memanggil para pramugari setelah selesai buang air kecil.
Kali ini, pria itu membuat permintaan lain, untuk membersihkan bagian punggungnya.
Penerbangan itu tidak memiliki kru laki-laki. Akhirnya, tanpa alternatif lain, pramugari itu hanya bisa menyetujui permintaan penumpang tersebut.
Kuo menjadi pramugari yang membersihkan bagian punggung lelaki itu. Tetapi, layanan khusus itu berubah menjadi trauma ketika pria itu mulai mengeluarkan erangan.
Seluruh kejadian akhirnya berakhir setelah para pramugari membantunya mengenakan pakaian dalamnya dan membantunya kembali ke tempat duduknya.
Rupanya, ini bukan pertama kalinya penumpang pria itu menyebabkan masalah ketika terbang dengan maskapai.
Sejak saat itu, Serikat Petugas Penerbangan Taoyuan telah mendesak Eva Air untuk menanggapi dan menangani masalah ini dengan benar. Mereka mengusulkan prosedur operasi standar harus ditetapkan.
Sementara itu, Eva Air telah mengeluarkan pernyataan untuk menanggapi insiden ini. Pihak maskapai mengatakan, pramugari tidak wajib menerima permintaan yang dianggap tidak pantas dari penumpang.
Menurut maskapai Eva Air, penyelidikan akan dilakukan dan langkah-langkah yang tepat akan diambil jika penumpang diketahui telah melampaui batas-batasnya.
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi

