Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Kasus seseorang meninggal karena durian kembali terulang. Adie Syarifudin, pengemudi angkot di Curug, Kabupaten Tangerang, Minggu, 20 Januari 2019.
Adie ditemukan meninggal di dalam angkotnya. Darah tampak tercecer di wajah pria asal Ciamis, Jawa Barat ini.
Kasat Reskrim Tangerang Selatan, AKP Alexander mengatakan, peristiwa ini bermula saat rekan korban sesama pengemudi angkot menanyakan keberadaan Adie.
" Awalnya diketahui oleh rekannya, mau menanyakan kenapa enggak narik. Pas dicek, korban berada di dalam mobil dan wajahnya penuh darah. Dari penemuan itu, rekan-rekan korban melaporkan kejadian itu kepada kami," ujar Alexander, dilaporkan Merdeka.com, Senin, 21 Januari 2019.
Pemeriksaan polisi, kata Alexander, memastikan tak ada bekas luka akibat benda tajam atau tumpul pada tubuh Adie. Tetapi, berdasarkan rekan-rekannya, mereka baru saja pesta durian.
" Korban ini cukup banyak memakan durian kalau cerita teman-temannya, didukung keterangan keluarga yang menyebutkan korban mengidap darah tinggi," ujar dia.
Alexander menyebut, keluarga menolak visum yang dilakukan polisi. Keluarga menerima kematian Adie karena penyakit. Jenazah Adie rencananya akan dimakamkan di Ciamis.
(ism, Sumber: Merdeka.com/Kirom)
Dream - Seorang pemuda ditemukan meninggal di sebuah rumah di Perumahan BTN Bungoro Indah Permai, Katapang, Bungoro, Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan. Mayat pemuda itu terbujur kaku di atas tempat tidur di lantai 2 rumah itu.
Penemuan itu terjadi pada Rabu, 2 Januari 2019 sekitar pukul 10.00 WIB. Jenazah kemudian disemayamkan di rumah duka.
Salah satu kerabat, Hariyanto, mengatakan pemuda itu bernama Baharuddin, 27 tahun yang merupakan keponakannya. Menurut dia, penemuan mayat Baharuddin berawal dari kecurigaannya.
" Terakhir semalam (Selasa malam, 1 Januari 2019) saya ketemu, dia sudah makan durian tiga biji, kemudian tidur," kata Hariyanto, dikutip dari Fajar Online.
Setiap hari, kata Hariyanto, keponakannya selalu bangun pagi untuk sholat Subuh. Tetapi, pada Rabu pagi, Baharuddin tidak juga keluar kamar.
" Paginya dia belum keluar kamar, akhirnya kita dobrak dan ternyata sudah seperti itu keadaannya," kata Hariyanto.
Kapolsek Bungoro, Kompol Asfa, kematian Baharuddin terjadi secara tiba-tiba. Apalagi, pemuda asal Majene, Sulawesi Barat ini sebelumnya sempat bersama keluarga sang paman menikmati durian.
Berdasarkan penuturan keluarga, Baharuddin tidak memiliki riwayat sakit keras.
" Kematiannya ini diperkirakan sekitar 10-12 jam lalu," kata Asfa.
Menurut Asfa, ditemukan lebam pada tubuh korban. Tetapi dia menyatakan lebam tersebut bukan karena pukulan benda tumpul melainkan kematian sudah terjadi cukup lama.
" Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan," kata dia.
Lebih lanjut, Asfa mengatakan pihaknya hendak melakukan otopsi terhadap jenazah Baharuddin. " Tetapi keluarga korban menolak," kata dia.
(Sah/ Sumber: Fajar Online)
Dream - 5 ekor harimau yang diduga Harimau Sumatra terlihat masuk ke areal perkebunan durian milik warga di Dusun Lubuk Dingin, Desa Tanjung Baru, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan.
Melansir merdeka.com, Kepala BKSDA Sumsel Genman S Hasibuan mengungkapkan, laporan itu disampaikan warga saat tak sengaja melihat sekelompok Harimau keluar masuk perkebunan untuk mencari durian yang jatuh.
" Ada laporan warga yang sedang menunggu durian jatuh melihat lima ekor harimau Sumatera, dua ekor anakan dan tiga indukan. Warga bilang harimau-harimau itu sering makan durian yang jatuh," ungkap Genman, Kamis 17 Januari 2019.
Menanggapi laporan warga, petugas BKSDA setempat memasang kamera trap untuk memastikan keberadaan Harimau. Terdapat 4 kamera di titik-titik yang menjadi tempat perlintasannya.
" Kami belum yakin bahwa yang disampaikan masyarakat tersebut adalah harimau. Kami masih menunggu kepastian hasil jebak yang dipasang," ujarnya.
Meski belum disimpulkan adanya habibat harimau Sumatera di sana, pihaknya mengimbau masyarakat setempat untuk waspada saat masuk hutan.
Masyarakat juga diminta tidak melakukan perburuan atau mencelakai hewan dilindungi itu.
" Petugas sudah turun ke lokasi. Segera melapor ke petugas jika kembali melihatnya, bisa kita tindaklanjuti," tutupnya.
Seperti diketahui, Harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) adalah subspesies terakhir yang hidup di Indonesia. Sang Raja Hutan ini termasuk dalam klasifikasi satwa kritis yang terancam punah
Meski berstatus dilindungi, akan tetapi kehidupan harimau sumatera tak pernah lepas dari berbagai ancaman.
Perburuan dan alih fungsi hutan, yang terus terjadi, menyebabkan ruang gerak kucing besar ini kian terbatas.
(ism, Merdeka.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya